Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Abu Vulkanik dan Cuaca Jadi Kendala Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda

📅 Jumat, 11 Sep 2026, 11:48 WIB | Oleh: Tim Penulis
Abu Vulkanik dan Cuaca Jadi Kendala Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Doc: ANTARA
Ket. Personel Basarnas bersiap menerbangkan pesawat nirawak saat pencarian kapal cepat yang hilang kontak di Perairan Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, Rabu (9/9/2026).

JAKARTA - Operasi pencarian lima jurnalis yang hilang kontak saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda sempat menghadapi sejumlah kendala, mulai dari abu vulkanik, angin kencang hingga gelombang laut.

Kelima jurnalis tersebut dilaporkan hilang kontak bersama tiga orang lainnya yang berada dalam satu rombongan speedboat ketika melakukan perjalanan menuju kawasan Gunung Anak Krakatau pada Senin, 7 September 2026.

Memasuki hari ketiga operasi pencarian pada Kamis, 10 September 2026, Tim SAR gabungan memperluas area penyisiran menjadi enam sektor dengan total luas sekitar 2.483 mil laut persegi.

Berikut sejumlah tantangan yang dihadapi tim SAR dalam mencari para jurnalis dan rombongan tersebut.

1. Abu vulkanik masih memenuhi perairan

Aktivitas Gunung Anak Krakatau menjadi salah satu tantangan dalam operasi pencarian. Abu vulkanik masih ditemukan di sejumlah wilayah perairan Selat Sunda sehingga kapal harus menyesuaikan jalur pelayaran dengan kondisi angin.

Tim SAR sebelumnya melakukan penyisiran di sejumlah pulau di sekitar Anak Krakatau, termasuk Pulau Rakata, Krakatoa dan Pulau Panjang. Wilayah tersebut berada di sekitar radius tiga kilometer dari kawah yang merupakan zona berbahaya ketika gunung berstatus Level III atau Siaga.

Kondisi abu vulkanik membuat tim harus mempertimbangkan keselamatan personel ketika melakukan penyisiran menggunakan kapal.

2. Angin kencang dan gelombang laut

Selain abu vulkanik, kondisi cuaca dan perairan turut menjadi hambatan. Pada pencarian sebelumnya, tim menghadapi angin yang cukup kencang dengan tinggi gelombang sekitar satu hingga dua meter.

Kondisi tersebut membuat proses penyisiran di laut membutuhkan kehati-hatian karena pergerakan kapal sangat dipengaruhi kondisi perairan. Tim juga harus memperhitungkan kemungkinan objek atau kapal terbawa arus dari lokasi terakhir diketahui.

3. Area pencarian terus diperluas

Tim SAR tidak hanya menyisir wilayah di sekitar Gunung Anak Krakatau. Berdasarkan hasil perencanaan pencarian dan evaluasi operasi, area penyisiran diperluas ke sejumlah sektor di perairan Selat Sunda.

Pada hari ketiga, luas area pencarian mencapai sekitar 2.483 mil laut persegi. Perluasan wilayah tersebut dilakukan untuk meningkatkan peluang menemukan rombongan yang hilang kontak.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Megapolitan
Akhirnya Beras Bantuan Dise...

Gilitrawangan Tengah Kekeringan, Dicarikan Solusi Permanen

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Gilitrawangan Tengah Kekeri...
Rona
Apalagi Ini Virus West Nile...
Daerah
Terkait Abu Vulkanik, Paham...
Advertisement
US Open: Sabalenka Selangkah Lagi Cetak Sejarah, Rybakina Menanti di Final

US Open: Sabalenka Selangkah Lagi Cetak Sejarah, Rybakina Menanti di Final

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.