Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Negara Asia Tengah Kompak Bersatu Tuntut Larangan Senjata Nuklir Global

📅 Rabu, 09 Sep 2026, 20:07 WIB | Oleh:
Negara Asia Tengah Kompak Bersatu Tuntut Larangan Senjata Nuklir Global Doc: Istimewa

JAKARTA - Lima negara di Asia Tengah menyerukan negara-negara pemilik senjata nuklir untuk terlibat dalam perundingan mengenai pelucutan senjata nuklir, di tengah kekhawatiran atas minimnya kemajuan dalam upaya pengurangan persenjataan nuklir global.

Kelima negara itu ialah Kazakhstan, Kirgizstan, Tajikistan, Turkmenistan, dan Uzbekistan yang menyampaikan pernyataan bersama, Rabu, guna memperingati 20 tahun penandatanganan Perjanjian tentang Zona Bebas Senjata Nuklir di Asia Tengah (CANWFZ) di Semipalatinsk, Kazakshtan.

"Kami mencatat tanggung jawab khusus negara-negara pemilik senjata nuklir untuk terlibat dalam perundingan mengenai pelucutan senjata nuklir dan menyerukan segera dilakukan pengembangan mekanisme pengendalian senjata baru yang dapat diverifikasi guna mencegah perlombaan senjata nuklir," demikian bunyi pernyataan bersama seperti dikutip di Jakarta.

Kelima negara itu menyatakan keprihatinan serius atas kurangnya kemajuan substantif dalam pelucutan senjata nuklir sesuai dengan Pasal VI Perjanjian Non-proliferasi Senjata Nuklir (NPT), serta berakhirnya sejumlah perjanjian utama pengendalian senjata.

Mereka juga menyoroti tren yang mengkhawatirkan menuju modernisasi persenjataan nuklir dan menilai kondisi tersebut semakin mendesak di tengah berbagai tantangan terhadap keamanan dan stabilitas global.

Dalam pernyataan tersebut, negara-negara Asia Tengah menegaskan kembali peran NPT sebagai landasan utama upaya internasional untuk mencegah proliferasi senjata nuklir dan, pada akhirnya, mencapai penghapusan senjata nuklir secara menyeluruh.

Mereka juga menyayangkan Konferensi Peninjauan ke-11 Negara-Negara Pihak NPT berakhir tanpa menghasilkan kesepakatan substantif.

Menurut mereka, hasil tersebut mencerminkan masih ada perbedaan dan kurangnya kepercayaan dalam isu pelucutan senjata nuklir dan nonproliferasi.

Kelima negara juga seluruh pihak menyerukan NPT untuk melanjutkan perundingan dengan itikad baik guna memenuhi kewajiban berdasarkan tiga pilar yang saling terkait, yakni pelucutan senjata nuklir, nonproliferasi, dan pemanfaatan energi nuklir untuk tujuan damai.

Mereka juga menegaskan dukungan terhadap Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) dalam menjalankan ketentuan NPT, mendorong pemanfaatan energi nuklir untuk tujuan damai, serta menerapkan sistem pengamanan dan pemantauan terhadap program nuklir negara-negara anggotanya.

Perjanjian CANWFZ ditandatangani 20 tahun lalu oleh Kazakhstan, Kirgizstan, Tajikistan, Turkmenistan, dan Uzbekistan pada 8 September 2006 di Semipalatinsk.

Kelima negara menyebut perjanjian tersebut sebagai hasil dari upaya kolektif untuk memperkuat keamanan, stabilitas, dan perdamaian di kawasan.

Mereka juga menilai zona bebas senjata nuklir di Asia Tengah menjadi contoh transformasi kawasan yang pernah menjadi lokasi pengujian dan penempatan senjata nuklir menjadi salah satu kawasan yang mendukung upaya global menuju pelucutan senjata nuklir. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kemenperin Targetkan Peningkatan Utilisasi Industri Kopi pada 2029
    Ulasan artikel ini menyajikan peta jalan yang sangat ...
  • Ekonomi Tiongkok Makin Ngebut! Ekspor-Impor Melonjak pada Agustus, Didukung Ledakan Industri AI
    Melihat lonjakan ekspor Tiongkok di sektor AI dan ...
  • Abu Vulkanik Masih Bisa Menembus Masker N95, Kecuali Diberi Tambahan
    Pantesan negara ga maju2, profesor UI lohhhh , ...
  • BTN Dorong Industri Kopi Indonesia Naik Kelas Lewat Kolaborasi dan Digitalisasi
    Langkah luar biasa dari BTN dalam menginisiasi kolaborasi ...
  • OJK Bubarkan 58 Dana Pensiun, Ada Apa dengan Industri Pensiun RI?
    Meskipun terdapat pembubaran puluhan dana pensiun pemberi kerja, ...
Advertisement
Bantuan Presiden, 220 Tukang Becak Sumedang Mulai Dilatih Gunakan Becak Listrik

Bantuan Presiden, 220 Tukang Becak Sumedang Mulai Dilatih Gunakan Becak Listrik

09 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.