Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bukan Lagi Kumuh! Lahan Eks Bangunan Liar di Bekasi Kini Disulap Jadi Ruang Hijau

📅 Rabu, 09 Sep 2026, 04:19 WIB | Oleh:
Bukan Lagi Kumuh! Lahan Eks Bangunan Liar di Bekasi Kini Disulap Jadi Ruang Hijau Doc: Antara foto
Ket. Kondisi Saluran Sekunder Balong Tua di Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Selasa (8/9) usai kegiatan penertiban bangunan liar.

KABUPATEN BEKASI - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi, Jawa Barat 'menghijaukan' lahan eks bangunan liar hasil penertiban petugas gabungan di sepanjang Saluran Sekunder Balong Tua yang melintasi tiga wilayah kecamatan melalui kegiatan penanaman pohon.

"Penanaman pohon dilakukan sebagai tindak lanjut penataan bantaran sungai guna mengembalikan fungsi kawasan sekaligus mencegah bangunan liar muncul kembali," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi Syafri Donny Sirait di Cikarang, Selasa.

Dia mengatakan keputusan menanam pohon memanfaatkan program tanggung sosial perusahaan atau corparate social responsibility (CSR) swasta diambil setelah tim melakukan pemantauan di lapangan. Tujuan penanaman tersebut untuk menambah ruang terbuka hijau.

Area tanam membentang di tiga wilayah kecamatan yakni Sukatani, Tambelang dan Sukawangi, dengan panjang sekitar lebih dari 10 kilometer lahan potensial yang akan dimanfaatkan sebagai ruang terbuka hijau dengan estimasi kebutuhan mencapai ribuan bibit pohon.

"Penanaman pohon bukan menjadi akhir dari program, melainkan harus diiringi dengan perawatan dan pengawasan secara konsisten," katanya.

Selain mencegah pemanfaatan kembali lahan untuk bangunan liar, penghijauan diharapkan mampu memperbaiki kualitas lingkungan, memperkuat fungsi ruang terbuka hijau serta membuat kawasan di sekitar saluran menjadi lebih tertata dan terawat.

"Perawatan adalah kunci agar pohon tetap hidup. Dari tiga lokasi penanaman rehabilitasi lahan kritis, kami mencoba melakukan perawatan dengan sumber daya yang ada, salah satunya melibatkan UPTD untuk membersihkan gulma serta melakukan penyiraman secara rutin," katanya.

Pihaknya turut memperkuat pengawasan dan mendorong keterlibatan masyarakat sekitar dalam menjaga keberlangsungan pohon yang telah ditanam agar penghijauan tidak hanya berhenti pada penanaman, tetapi terpelihara serta memberikan manfaat lingkungan dalam jangka panjang.

"Kami akan melibatkan warga sekitar, dunia pendidikan dan pemerintahan desa agar berkolaborasi menjaga serta merawat pohon agar tumbuh subur dalam jangka panjang," katanya.

Donny mengatakan berdasarkan hasil observasi petugas lapangan, sedikitnya dibutuhkan 2.000-3.000 bibit pohon di sepanjang bantaran sungai tersebut sehingga pihaknya mengajak dunia usaha untuk berkontribusi melalui program tanggung jawab sosial lingkungan perusahaan.

"Kami juga mengajak perusahaan yang ingin berkontribusi nyata dalam aksi penghijauan ini, baik melalui dukungan bibit maupun pemeliharaan tanaman sehingga penataan kawasan tersebut dapat berjalan secara berkelanjutan," kata dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Mobil Tabrak Kerumunan Oran...
Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.