Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pastikan Dapat Penanganan Medis Maksimal, Pemkot Bogor Tanggung Biaya Pengobatan Korban Kebakaran Pesantren

📅 Minggu, 06 Sep 2026, 17:59 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pastikan Dapat Penanganan Medis Maksimal, Pemkot Bogor Tanggung Biaya Pengobatan Korban Kebakaran Pesantren Doc: ANTARA
Ket. Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim melihat kondisi santri korban kebakaran Ponpes Al-Falak Pagentongan di RS PMI, Kota Bogor, Jawa Barat.

KOTA BOGOR – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, Jawa Barat, memastikan menanggung biaya pengobatan korban kebakaran Pesantren Al-Falak Pagentongan yang tidak terjamin BPJS Kesehatan, agar seluruh korban mendapat penanganan medis maksimal.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengatakan sebanyak 56 anak terdampak kebakaran gudang penyimpanan kasur bekas di lingkungan pesantren yang berada di Kelurahan Loji, Kecamatan Bogor Barat tersebut.

"Untuk korban kebakaran yang tidak ditanggung oleh BPJS akan ditanggung oleh Pemkot Bogor. Yang terpenting saat ini adalah memastikan seluruh anak mendapatkan penanganan dan pemulihan dengan baik," kata Wali Kota Dedie di Bogor, Minggu (06/9).

Dedie menyampaikan hal tersebut saat menjenguk anak-anak yang menjalani perawatan di Rumah Sakit (RS) PMI Bogor bersama sejumlah kepala perangkat daerah di lingkungan Pemkot Bogor.

Dari total 56 anak terdampak, sebanyak 31 orang menjalani perawatan di RS PMI Bogor. Korban lainnya mendapatkan penanganan di sejumlah fasilitas kesehatan, antara lain Rumah Sakit Hermina, RS UMMI, RSUD Kota Bogor, serta beberapa puskesmas.

Sebagian besar anak mengalami sesak napas akibat menghirup asap ketika berupaya membantu memadamkan api yang membakar gudang penyimpanan kasur bekas.

Menurut Dedie, material kasur yang terbuat dari busa dan spons menghasilkan asap sehingga menyebabkan banyak anak mengalami gangguan pernapasan.

"Total ada 56 anak yang terdampak kebakaran. Mereka pada saat terjadi kebakaran berusaha memadamkan api. Karena yang terbakar itu kasur busa dan berbahan spons, jadi memang sebagian besar mereka terkena sesak napas," ujarnya.

Dedie memastikan Pemkot Bogor bersama fasilitas kesehatan terkait memprioritaskan pemulihan kondisi para korban, terutama anak-anak yang mengalami gangguan pernapasan akibat paparan asap.

"Secara keseluruhan anak-anak ini sedang dicoba dipulihkan, terutama sesak napasnya, karena terlalu lama menghirup asap," kata Dedie.

Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Bogor Teofilo Patrocinio Freitas menyebutkan selain korban yang mengalami sesak napas akibat paparan asap, terdapat tiga korban mengalami luka bakar pada bagian tangan.

Luka tersebut dialami ketika mereka berupaya membantu memadamkan api saat gudang penyimpanan kasur terbakar pada Sabtu (5/9) sore.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Luar Negeri
Bill Gates Peringatkan AI T...
Advertisement
Optimalkan Kapasitas Kapal dan Pembagian Muatan, ASDP Percepat Pemulihan Layanan Ketapang–Gilimanuk

Optimalkan Kapasitas Kapal dan Pembagian Muatan, ASDP Percepat Pemulihan Layanan Ketapang–Gilimanuk

27 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.