BPBD Kota Tangerang: Sebagian Besar Wilayah di Tangerang Terdampak Abu Vulkanik GAK
📅 Minggu, 06 Sep 2026, 16:45 WIB | Oleh: Tim PenulisTANGERANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang, Provinsi Banten menyebutkan sebagian besar wilayah di kota itu terdampak sebaran abu vulkanik erupsi menerus Gunung Anak Krakatau (GAK).
"Laporan pagi ini, abu sudah sampai wilayah Karang Tengah. Artinya, sebagian besar sudah terdampak, karena itu daerah berbatasan dengan Jakarta kan," kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang Mahdiar dihubungi di Tangerang, Minggu (06/9).
Mahdiar mengatakan sejak terjadinya erupsi pada Jumat (04/9) malam hingga hari ini, BPBD Kota Tangerang terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan pihak terkait seperti BMKG dalam rangka mitigasi.
Berdasarkan informasi PVMBG dan VAAC Darwin serta analisis citra RGB Himawari-9, pada 5 September 2026 pukul 21.00 WIB yang diterima BPBD Kota Tangerang teridentifikasi dua klaster sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Sebaran dari permukaan hingga ketinggian 20.000ft teramati ke arah tenggara-selatan, mencakup sebagian Banten dan Jawa Barat, serta perairan sekitarnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sebaran dari permukaan hingga ketinggian 50.000ft teramati ke arah barat daya-barat laut, mencakup sebagian Banten, Lampung, Bengkulu, Sumatera Barat, Selat Sunda bagian Selatan, serta Samudera Hindia di sebelah barat Lampung dan Banten.
"BMKG mengeluarkan imbauan untuk warga daerah sekitar sebaran abu vulkanik untuk meningkatkan kewaspadaan, menjaga, melindungi mata dan memakai masker, serta mengurangi aktivitas luar rumah," ujarnya.
Sebelumnya, Kepala Pos Pemantau Gunung Api (PGA) Anak Krakatau, Deni Mardiono mengatakan hujan abu vulkanik dengan intensitas tipis imbas erupsi Gunung Anak Krakatau mulai melanda daratan pesisir Banten. Sebaran material vulkanik tersebut terbawa oleh embusan angin yang bergerak mengarah ke wilayah timur atau pesisir Banten.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Gunung Anak Krakatau hingga saat ini masih berada pada Level III atau Siaga. Masyarakat atau wisatawan tidak boleh mendekat dalam radius bahaya tiga kilometer dari kawah," ucapnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!