Wakil Ketua MPR Ingatkan Legislasi Era AI Harus Berbasis Data, Bukan Sekadar “Katanya”
📅 Jumat, 04 Sep 2026, 15:50 WIB | Oleh: Tim PenulisTantangan Serius
Sementara itu, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie meminta masyarakat berhati-hati dalam menerima informasi yang dihasilkan kecerdasan buatan untuk menangkal misinformasi dan disinformasi yang menjadi tantangan serius di era digital.
Stella melalui keterangannya di Jakarta, Jumat, mengatakan perkembangan AI turut meningkatkan tantangan dalam membedakan informasi yang benar dan keliru. Ia menyebut tingkat kesalahan informasi dari 10 chatbot AI utama meningkat dari 18 persen pada Agustus 2024 menjadi 35 persen pada 2025.
"Kita percaya hoaks bukan karena bodoh, melainkan karena otak manusia secara alami menggunakan jalan pintas berpikir yang cepat. Begitu kita mengambil jeda dua detik untuk berpikir ulang, kemampuan kita mengenali hoaks meningkat signifikan," kata Stella.
Pakar psikologi kognitif itu menjelaskan hoaks lebih mudah dipercaya apabila terasa akrab, sejalan dengan pengetahuan yang telah dimiliki seseorang, atau memicu emosi negatif seperti kemarahan dan ketakutan.
Ia juga menyoroti model bisnis media sosial yang mengutamakan perhatian pengguna atau economy of attention. Menurut dia, algoritma platform cenderung memprioritaskan konten yang memancing emosi dan clickbait, bukan akurasi.
"Pemeriksaan fakta tetap harus dilakukan, tetapi tidak dapat menjadi satu-satunya solusi karena jumlah hoaks terlalu banyak untuk diperiksa satu per satu. Cara yang jauh lebih murah dan efektif adalah mengingatkan setiap orang untuk berhenti sejenak sebelum membagikan informasi," ujar Stella.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!