Paradigma Baru Unhan: Ketahanan Nasional Dimulai dari Kecukupan Gizi
📅 Selasa, 09 Jun 2026, 18:35 WIB | Oleh: Paundra ZakirullohJAKARTA - Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan ketahanan gizi kini menjadi salah satu pilar penting dalam sistem pertahanan nasional Indonesia. Di tengah perkembangan lingkungan strategis global, isu gizi tidak lagi dipandang hanya sebagai persoalan kesehatan masyarakat, melainkan telah menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas dan ketahanan bangsa.
Pandangan tersebut disampaikan Kepala Biro Hukum dan Humas BGN, Khairul Hidayati, saat menjadi narasumber dalam Kuliah Pakar Program Magister Hukum Fakultas Keamanan Nasional Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI), Selasa (9/6). Kegiatan tersebut mengangkat tema penguatan karakter bangsa dalam supremasi hukum dan strategi pertahanan serta penanganan keadaan darurat.
Khairul menjelaskan paradigma keamanan nasional saat ini telah mengalami perubahan yang signifikan. Jika sebelumnya ancaman lebih banyak dikaitkan dengan konflik bersenjata, kini berbagai ancaman nontradisional seperti krisis pangan, krisis gizi, pandemi, dan perubahan iklim juga memiliki dampak besar terhadap ketahanan suatu negara.
Menurutnya, kualitas sumber daya manusia menjadi faktor utama yang menentukan kemampuan suatu bangsa dalam menghadapi tantangan global. Oleh karena itu, ketahanan gizi harus ditempatkan sebagai bagian integral dari sistem pertahanan dan keamanan nasional.
"Ketahanan nasional pada era modern tidak hanya ditentukan oleh kekuatan militer, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia yang dimiliki bangsa. Karena itu, ketahanan gizi harus dipandang sebagai bagian integral dari sistem pertahanan dan keamanan nasional," kata Khairul Hidayati.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia menjelaskan kualitas gizi masyarakat memiliki hubungan langsung dengan kemampuan bangsa dalam menciptakan sumber daya manusia yang sehat, cerdas, produktif, dan berdaya saing. Pemenuhan kebutuhan gizi sejak usia dini menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi unggul yang mampu mendukung pembangunan nasional secara berkelanjutan.
Dalam perspektif keamanan manusia atau human security, negara memiliki tanggung jawab untuk memastikan masyarakat memperoleh akses terhadap pangan yang aman, bergizi, dan berkelanjutan. Upaya tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, tetapi juga menjaga stabilitas sosial dan memperkuat daya tahan bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan.
"Krisis gizi dapat menimbulkan dampak jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia, produktivitas nasional, hingga daya saing bangsa. Oleh sebab itu, pemenuhan gizi merupakan investasi strategis yang harus menjadi perhatian seluruh pemangku kepentingan," ujarnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Khairul juga menyoroti Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan pemerintah sebagai salah satu instrumen strategis dalam memperkuat ketahanan gizi nasional. Program tersebut dinilai tidak hanya berkontribusi pada peningkatan status gizi masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari pembangunan karakter serta peningkatan kualitas generasi penerus bangsa.
Menurutnya, keberhasilan penguatan ketahanan gizi membutuhkan dukungan regulasi yang kuat, tata kelola yang baik, sistem keamanan pangan yang terintegrasi, serta kolaborasi lintas sektor. Kehadiran BGN menjadi langkah strategis pemerintah untuk memastikan agenda pemenuhan gizi nasional berjalan secara terukur dan berkelanjutan.
"Membangun ketahanan nasional tidak hanya dilakukan melalui kekuatan ekonomi dan pertahanan, tetapi juga melalui pemenuhan hak setiap warga negara atas pangan yang aman dan bergizi. Dari gizi yang baik lahir sumber daya manusia yang sehat, produktif, dan mampu membawa bangsa menuju masa depan yang lebih kuat dan berdaya saing," tutup Khairul.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!