Papua Tengah Ambil Langkah Penting, Pemuka Agama Dilibatkan Cegah Hoax dan Konflik Sosial
📅 Jumat, 04 Sep 2026, 04:42 WIB | Oleh: Marcellus WidiartoNABIRE - Pemerintah Provinsi Papua Tengah menggandeng pemimpin agama pada Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) untuk berperan aktif mencegah hoax dan konflik sosial melalui pesan damai serta membimbing masyarakat menghadapi ujaran kebencian dan provokasi.
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Papua Tengah Alanthino Wiay di Nabire, Kamis, mengatakan pemimpin agama memiliki pengaruh besar dalam membentuk sikap masyarakat sehingga dapat menjadi penyejuk ketika muncul perbedaan atau persoalan sosial.
“Masyarakat mendengar suara para pemimpin agama, mengikuti nasihat dan teladan yang diberikan. Karena itu, saya berharap para pemimpin agama terus membawa pesan damai,” kata Alanthino saat membuka Temu Kerukunan Pemimpin Agama Tahun 2026.
Ia mengatakan, kerukunan umat beragama tidak cukup diwujudkan dengan hidup berdampingan tanpa konflik, tetapi harus dibangun melalui sikap saling menghormati, membantu, menjaga dan memperkuat kepercayaan antarmasyarakat.
Menurutnya, perbedaan agama, suku, budaya, bahasa dan adat istiadat merupakan bagian dari kehidupan Papua Tengah sehingga tidak boleh menjadi alasan untuk membangun permusuhan.
Alanthino juga meminta pemimpin agama memberikan perhatian kepada generasi muda agar tidak mudah terpengaruh berita bohong, ujaran kebencian maupun provokasi yang dapat mengganggu kehidupan bersama.
“Ajarkan kepada generasi muda bahwa perbedaan bukan alasan untuk saling bermusuhan. Kita boleh berbeda agama, berbeda suku, berbeda pandangan, tetapi kita tetap satu keluarga besar Papua Tengah dan satu bangsa Indonesia,” ujarnya.
Alanthino mengatakan setiap persoalan yang berkaitan dengan kehidupan keagamaan hendaknya diselesaikan melalui komunikasi, dialog, musyawarah dan mekanisme hukum, bukan berdasarkan emosi, informasi yang belum terverifikasi atau tekanan massa.
Ia menjelaskan, pemerintah membutuhkan keterlibatan pemimpin agama karena pembangunan Papua Tengah tidak hanya berkaitan dengan infrastruktur, pendidikan, kesehatan dan ekonomi, tetapi juga menciptakan kehidupan masyarakat yang aman dan damai.
Alanthino berharap komunikasi melalui FKUB terus berjalan di delapan kabupaten di Papua Tengah, termasuk melalui kegiatan doa bersama yang telah diagendakan secara rutin di tingkat provinsi.
Ketua Panitia Temu Kerukunan Pemimpin Agama FKUB Papua Tengah Pdt. Alman Manik mengatakan pertemuan tersebut menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi antara pimpinan agama, pemerintah dan aparat keamanan dalam menjaga kerukunan di Papua Tengah.
Ia mengatakan pimpinan agama memiliki peran strategis dalam membangun kehidupan masyarakat yang aman, damai dan harmonis sehingga diperlukan komitmen bersama untuk meningkatkan toleransi dan moderasi beragama.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!