Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gunung Semeru Dua Kali Erupsi, Warga Diminta Waspadai Awan Panas dan Guguran Lava.

📅 Jumat, 25 Sep 2026, 13:21 WIB | Oleh:
Gunung Semeru Dua Kali Erupsi, Warga Diminta Waspadai Awan Panas dan Guguran Lava. Doc: Antara Foto
Ket. Gunung Semeru erupsi dengan tinggi letusan mencapai 700 meter di atas puncak pada Jumat (25/9/2026) pagi.

Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur tercatat dua kali erupsi dengan tinggi letusan mencapai 700 meter di atas puncak pada Jumat pagi.

"Terjadi erupsi Gunung Semeru pukul 06.14 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 700 meter di atas puncak atau 4.376 meter di atas permukaan laut (mdpl)," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Mukdas Sofian dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang.

Menurut dia, kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah timur laut dan erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 138 detik.

"Kemudian Semeru erupsi kembali pada pukul 06.56 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 700 meter di atas puncak (4.376 mdpl)," tuturnya.

Ia mengatakan kolom abu vulkanik Semeru teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah timur laut. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 125 detik.

Selama enam jam pengamatan aktivitas Gunung Semeru pada Jumat pukul 06.00 sampai 12.00 WIB tercatat 27 kali gempa letusan/erupsi dengan amplitudo 15-22 mm, dan lama gempa 82-138 detik; kemudian tiga kali gempa guguran dengan amplitudo 2-6 mm dan lama gempa 42-79 detik, serta satu kali gempa Hembusan dengan amplitudo 5 mm, dan lama gempa 72 detik.

Pengamatan secara visual, Gunung Semeru terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-II, asap kawah tidak teramati, cuaca cerah hingga berawan, dan angin lemah ke arah selatan.

Ia menjelaskan saat ini aktivitas vulkanik Gunung Semeru berada pada status Level III atau Siaga. Dengan status Siaga tersebut, masyarakat pun tidak disarankan melakukan aktivitas di luar ruangan, terutama pada wilayah sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 km dari puncak yang menjadi pusat erupsi.

"Di luar jarak tersebut, masyarakat juga tidak boleh melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak," katanya.

Masyarakat juga tidak boleh beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah/puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).

Ia mengimbau masyarakat mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru.

"Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan," ujar Mukdas.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Daerah
Warga Mesti Waspada, Hari I...
Megapolitan
Pemprov DKI Ungkap Bahaya T...
Advertisement
Asian Games Jepang Disorot: Akomodasi Kacau, Transportasi Dikeluhkan Kontingen

Asian Games Jepang Disorot: Akomodasi Kacau, Transportasi Dikeluhkan Kontingen

25 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.