Trump Bersumpah akan Menyerang Iran dengan Keras setelah Baku Tembak Pecah
📅 Rabu, 02 Sep 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim RedaksiGarda Revolusi kemudian melaporkan telah menembak jatuh drone AS kedua di atas Selat Hormuz pada Senin malam. Komando pusat angkatan bersenjata Iran juga kembali memperingatkan negara-negara di kawasan agar tidak memberikan akses kepada AS untuk menggunakan wilayah mereka sebagai basis serangan.
Tekanan Ekonomi
Baku tembak terbaru terjadi setelah beberapa pekan relatif tenang, ketika pemerintahan Trump mengalihkan fokus dari operasi militer ke tekanan ekonomi terhadap Iran.
Trump pada Senin menyebut Iran sebagai "Negara Gagal" dan melalui media sosial mengatakan kekuatan militernya telah hancur, kondisi keuangannya runtuh, sementara kepemimpinannya berada dalam "kekacauan total".
Menteri Keuangan AS Scott Bessent menegaskan Washington akan terus memberikan tekanan ekonomi.
"Kami akan terus memberikan tekanan, dan kami telah melakukan diskusi yang sangat baik di sini," kata Bessent dalam pertemuan G20 di North Carolina.
Ia mengatakan titik balik kampanye tekanan tersebut dapat terjadi "dalam beberapa minggu atau bulan".
Iran juga menggunakan tekanan ekonomi melalui penutupan Selat Hormuz, yang mengganggu pasar global dan mendorong kenaikan harga energi. Sebelum perang, sekitar seperlima minyak dunia melewati jalur strategis tersebut.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!