Energi Surya Tiongkok Lampaui Batu Bara untuk Pertama Kalinya
📅 Rabu, 02 Sep 2026, 01:00 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SBeijing - Kapasitas energi surya terpasang di Tiongkok untuk pertama kalinya melampaui kapasitas pembangkit listrik berbahan bakar batu bara, demikian disampaikan badan energi nasional negara tersebut pada Selasa (1/9).
Tiongkok merupakan negara dengan emisi gas rumah kaca terbesar di dunia yang berkontribusi terhadap perubahan iklim. Negara itu menargetkan puncak emisi karbon pada 2030 dan mencapai netralitas karbon pada 2060.
"Hingga akhir Juli tahun ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya terpasang di Tiongkok mencapai 1,286 miliar kilowatt," kata Administrasi Energi Nasional (NEA).
"Untuk pertama kalinya, kapasitas terpasang energi fotovoltaik melampaui energi berbahan bakar batu bara, menjadi kategori sumber energi terbesar di Tiongkok," tambahnya.
Dilasir dari AFP, menurut NEA, kapasitas pembangkit listrik tenaga batu bara di Tiongkok mencapai 1,285 miliar kilowatt.
Dalam pernyataan terpisah, NEA menyebutkan produksi listrik tenaga surya meningkat 15,5 persen secara tahunan selama tujuh bulan pertama 2026 menjadi 802,4 miliar kilowatt-jam. Angka tersebut setara dengan sekitar seperdelapan dari total produksi listrik Tiongkok.
NEA tidak merinci total produksi listrik berbahan bakar batu bara selama periode yang sama.
Badan tersebut menyatakan kapasitas terpasang dan produksi listrik tenaga surya Tiongkok "telah mempertahankan tren pertumbuhan pesat yang stabil", sekaligus memainkan "peran yang semakin menonjol" dalam menjamin pasokan listrik dan mendorong transisi energi.
Batu bara telah menjadi sumber utama pembangkit listrik Tiongkok selama beberapa dekade dan menjadi salah satu penyumbang terbesar emisi yang menyebabkan pemanasan global.
Namun, produksi listrik berbahan bakar batu bara di Tiongkok turun hampir 2 persen pada 2025 meskipun permintaan energi meningkat, berdasarkan data yang ditinjau AFP pada Februari.
Penurunan tersebut menjadi yang pertama dalam enam tahun. Sejumlah analis menilai kondisi itu merupakan kali pertama dalam sejarah ketika produksi listrik berbahan bakar batu bara turun bersamaan dengan meningkatnya permintaan listrik.
Menurut Dewan Kelistrikan Tiongkok, negara itu menambah kapasitas tenaga surya sebesar 315 gigawatt (GW) dan tenaga angin 119 GW pada 2025. Kedua sumber energi tersebut menyumbang lebih dari 80 persen dari total kapasitas pembangkit listrik baru yang dipasang sepanjang tahun itu.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!