Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BEI Optimistis MSCI dan FTSE Sambut Penurunan Batas Harga Saham Jadi Rp1

📅 Selasa, 01 Sep 2026, 16:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
BEI Optimistis MSCI dan FTSE Sambut Penurunan Batas Harga Saham Jadi Rp1 Doc: Antara
Ket. Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik diwawancarai wartawan di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (1/9).

Jakarta - Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik optimistis penyedia indeks global, termasuk MSCI dan FTSE, akan merespons positif rencana penurunan batas minimum harga saham di pasar reguler dan pasar tunai dari Rp50 menjadi Rp1 per saham.

Jeffrey mengatakan optimisme tersebut didasarkan pada respons positif pelaku pasar dalam sosialisasi dan uji coba kebijakan yang dilakukan BEI pada 22 dan 29 Agustus 2026.

"Mulai dari kami melakukan FGD, kemudian kami melakukan sosialisasi kepada pelaku, feedback yang kami dapat sangat positif. Artinya kalau feedback dari pelaku itu sangat positif, tentu besar harapan kami MSCI, FTSE, dan global index provider lainnya juga akan merespon ini dengan positif,” ujar Jeffrey saat ditemui wartawan di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (1/9).

Meski demikian, Jeffrey mengakui perubahan aturan mengenai batas minimum harga saham tersebut belum disampaikan secara khusus kepada penyedia indeks global.

Sebelumnya, BEI telah mengajukan delapan Rencana Aksi Percepatan Reformasi Pasar Modal Indonesia sebagai respons terhadap berbagai perhatian (concern) dari penyedia indeks global.

"Tetapi saat ini tentu kita melakukan reformasi pasar sudah, tidak hanya menjawab concern dari MSCI, tetapi apa yang baik buat pasar kita. Bagaimana kita menghadirkan tidak hanya transparansi, tidak hanya tata kelola yang baik, tetapi juga kita menghadirkan likuiditas dan tentu price discovery yang baik,” kata Jeffrey.

Ia menjelaskan uji coba penurunan batas minimum harga saham dari Rp50 menjadi Rp1 per saham secara umum berjalan cukup baik. Dari total Anggota Bursa (AB), sebanyak 83 AB telah menyatakan siap, sementara delapan AB lainnya masih belum berpartisipasi.

"Jadi, saat ini kita intens berkomunikasi dengan Anggota Bursa yang belum siap, dengan pendampingan yang akan kita berikan. Kemudian target untuk 'live' kita jadikan menjadi di minggu ketiga atau minggu keempat bulan September (2026). Karena kita akan menunggu kesiapan dari seluruh Anggota Bursa,” ujarnya.

BEI sebelumnya telah menguji coba perubahan batas minimum harga saham sekaligus klasifikasi baru auto rejection bersama Anggota Bursa pada 22 dan 29 Agustus 2026.

Perubahan tersebut memungkinkan saham yang saat ini berada pada level Rp50 untuk diperdagangkan dalam rentang harga yang lebih luas. BEI juga memperkirakan frekuensi dan nilai transaksi dapat meningkat sekitar dua hingga tiga kali lipat apabila saham di Papan Pemantauan Khusus yang saat ini diperdagangkan melalui mekanisme call auction dapat masuk ke pasar reguler dengan mekanisme continuous auction.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Meski Melambat, Industri Tetap Ekspansi! Kemenperin: Ini 2 Sektor Paling Moncer
    Meskipun data Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Agustus 2026 ...
  • Kawasan Industri Tak Lagi Kompetitif, Investor Mulai Melirik Vietnam
    Meskipun banyak pabrik di Indonesia kini mulai beralih ...
  • Mesin Produksi Kembali Panas! BI Sebut Industri Pengolahan Tumbuh di Awal 2026
    Sebagai seseorang yang rutin mengikuti perkembangan sektor pengolahan, ...
  • Badan Pusat Statistik: Harga Beras Premium dan Medium Kompak Naik pada Agustus
    Informasi yang sangat komprehensif terkait laporan BPS bulan ...
  • Warga Asing Asal Aljazair Ini Bikin Geger, Lakukan Ritual Berendam di Danau Sunter
    Dia sedang melakukan ritual/ibadah sesuai kepercayaannya, knp kalian ...
Daerah
Embung Sebayar Jadi Sumber ...
Megapolitan
Al Azhar Galang Donasi untu...

Edukasi bahaya mikroplastik

49 menit yang lalu | Wahyu AP

Rona
Edukasi bahaya mikroplastik
Luar Negeri
Bento Beku Makin Populer di...
Luar Negeri
Sengit dengan Tarif AS, Kan...

Transaksi video commerce meningkat

59 menit yang lalu | Wahyu AP

Ekonomi
Transaksi video commerce me...
Advertisement
Indonesia-Singapura Umumkan Penggunaan Mata Uang Lokal untuk Transaksi Bilateral

Indonesia-Singapura Umumkan Penggunaan Mata Uang Lokal untuk Transaksi Bilateral

01 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.