Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bukan Sekadar Kain! KPEA Kenalkan Wastra Aceh kepada Generasi Muda

📅 Minggu, 30 Agu 2026, 02:43 WIB | Oleh:
Bukan Sekadar Kain! KPEA Kenalkan Wastra Aceh kepada Generasi Muda Doc: Antara foto
Ket. Salah seorang pengunjung sedang melihat kain Aceh dalam pameran wastra Aceh yang diselenggarakan KPEA, di Museum Tsunami Aceh, Banda Aceh, Sabtu (29/8).

BANDA ACEH - Komunitas Peduli Etnik Aceh (KPEA) menampilkan ragam wastra Aceh untuk mengenalkan, mengedukasi dan upaya melestarikan kekayaan budaya kepada masyarakat, khususnya regenerasi muda Aceh.

“Tujuan KPEA ini kami bentuk dengan keinginan untuk menjadi bagian dalam gerakan bersama untuk menjaga, melestarikan, dan mengembangkan budaya Aceh, terkhusus untuk generasi muda,” kata Ketua KPEA, Nelisma Amin di Banda Aceh, Sabtu (29/8).

Ragam wastra Aceh ini dikenalkan kepada masyarakat melalui pameran dalam rangkaian kegiatan “Dedikasi Volume 1” pada 29-31 Agustus 2025 di Museum Tsunami Aceh, Banda Aceh.

Wastra yang ditampilkan dalam pemeran ini semuanya berkaitan dengan tradisi dan upacara pernikahan adat Aceh, diantaranya lapisan tempat tidur, kain tiang Aceh, ikat kelambu, tiang merah, sarung bantal, kain lapis dinding atau pelaminan, dekorasi langit-langit, alas duduk peusijuk, kain kepala, serta penutup dalang Aceh.

Nelisma mengatakan, pemilihan museum Tsunami Aceh sebagai lokasi pameran ini juga atas pertimbangan tingginya kunjungan kesana setiap harinya, baik dari lokal maupun luar daerah, sekaligus memanfaatkan nilai sejarah yang dimiliki museum tersebut.

Ia menuturkan, pameran menjadi media edukasi masyarakat mengenai keberadaan berbagai wastra Aceh yang mulai jarang dikenal, serta mendorong kepedulian bersama untuk menjaga dan melestarikannya.

“Dengan pameran ini kita mengedukasi lagi pihak terkait, masyarakat untuk mari sama-sama kita melestarikan wastra-wastra yang hilang. Caranya tentunya dengan memberikan masukan kepada anak muda yang sudah lupa dengan budaya,” ujarnya.

Dirinya berharap, pelestarian wastra Aceh tidak hanya menjadi tanggung jawab komunitas budaya, melainkan mendapat dukungan dari berbagai pihak, terutama pemerintah.

“Harapan kami semua dinas terkait, BUMN, pelatih budaya, masyarakat, peduli, dan bersinergi juga dengan KPEA dalam hal misalnya mengembangkan wastra ini untuk anak muda,” kata Nelisma.

Sementara itu, salah seorang pengunjung, Laisya Gebrina Amelia mengaku senang dapat melihat berbagai wastra dan perlengkapan adat Aceh yang semakin jarang ditemui dalam kehidupan sehari-hari.

“Biasanya kan ini di PKA (pekan kebudayaan Aceh), kalau untuk melihat seperti ini saya senang karena suka melihat adat dan etnik. Biasanya jarang kita melihat, di acara pernikahan juga sudah banyak yang modern,” katanya.

Kasa emas menjadi salah satu wastra yang paling menarik perhatiannya, terutama pada proses pembuatan hingga teknik jahit yang digunakan.

Laisya menilai, pameran seperti ini sangat penting sebagai wadah edukasi generasi muda Aceh mengenai tradisi pernikahan adat, pakaian, songket, dan berbagai perlengkapan yang digunakan kegiatan adat di Aceh.

“Menurut saya acara seperti KPEA ini penting banget, karena edukasi dapat, pelajaran dapat, jadi buat anak muda Aceh itu bisa tahu dulu bagaimana acara nikah dan yang dipakai apa saja, baju, songket adatnya apa,” demikian Laisya.

Sebagai informasi, selain pameran wastra, rangkaian “Dedikasi Volume 1” KPEA juga menghadirkan seminar bertema “Upacara Pernikahan Adat Aceh dalam Dinamika Zaman” dan live show “Pesona Perangkat Pernikahan Adat Aceh”. Dijadwalkan berlangsung pada 30 Agustus 2026 di Museum Tsunami Aceh.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
Advertisement
Banjir Rendam Dua Titik di Padang, Tim SAR Gabungan Evakuasi Puluhan Warga.

Banjir Rendam Dua Titik di Padang, Tim SAR Gabungan Evakuasi Puluhan Warga.

11 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.