Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Semoga Benar Adanya, Petani Jateng yang Gagal Panen Diberi Bantuan Rp6 Juta Tiap Hektare

📅 Jumat, 28 Agu 2026, 11:44 WIB | Oleh:
Semoga Benar Adanya, Petani Jateng yang Gagal Panen Diberi Bantuan Rp6 Juta Tiap Hektare Doc: ist
Ket. banyak gagal panen

SEMARANG – Jika benar informasi bahwa para petani yang gagal panen akan diberi bantuan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, sungguh menggembirakan. Katanya, petani yang mengalami gagal panen akibat dampak kekeringan mendapatkan bantuan sebesar Rp6 juta per hektare.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Jateng Defransisco Dasilva Tavares, saat dikonfirmasi di Semarang, Jumat, mengatakan bahwa penggantian itu merupakan bagian dari perlindungan petani melalui asuransi.

Pada tahun 2026, kata dia, asuransi pertanian disiapkan untuk 10.400 hektare lahan padi yang tersebar di 29 kabupaten dan Kota Semarang.

Ia menjelaskan petani yang mengalami gagal panen akibat kekeringan atau serangan hama bisa mengajukan klaim.

Namun, kata dia, harus memenuhi persyaratan, yakni kerusakan lahan mencapai 75 persen dan telah melalui pemeriksaan.

"Kalau gagalnya 75 persen, kondisinya tidak bisa diselamatkan dari luasan itu, otomatis diganti, biasanya Rp6 juta per hektare untuk mengganti kerugiannya," katanya.

Seiring dengan musim kemarau saat ini, diakuinya berdampak terhadap luasan tanam padi di Jateng yang mengalami penurunan sekitar 20 persen.

Ia menyebutkan setidaknya ada enam wilayah di Jateng yang menjadi perhatian karena rawan kekeringan, di antaranya Wonogiri, Blora, Rembang, Grobogan, Jepara, dan sebagian wilayah Cilacap.

"Itu beberapa lokasi yang kita pantau karena kekeringannya lebih dulu," katanya.

Sejauh ini, ia memastikan para petani masih melakukan penanaman meskipun luas lahan yang bisa ditanami berkurang karena keterbatasan air.

"Turun sekitar 20 persen, tapi itu laporan yang angkanya masih bisa berbeda, karena penyuluh juga di lapangan, ini laporan per bulan lalu (Juli)," katanya.

Menurut dia, wilayah yang terdampak kekeringan juga tidak seluruhnya mengalami kondisi yang sama.

Upaya penyediaan air terus dilakukan untuk mempertahankan produksi padi, pihaknya bersama pemerintah kabupaten, Kementerian Pertanian, penyuluh, Bank Indonesia, dan BBWS berupaya menjaga pasokan air ke lahan pertanian.

Untuk daerah yang sulit mendapat air, pemerintah menyiapkan sumur dalam dan sumur dangkal. Selanjutnya, air kemudian dialirkan menggunakan pompa dan pipa menuju lahan pertanian.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
Daerah
Diduga Anggota Geng Motor, ...
Advertisement
Banjir Rendam Dua Titik di Padang, Tim SAR Gabungan Evakuasi Puluhan Warga.

Banjir Rendam Dua Titik di Padang, Tim SAR Gabungan Evakuasi Puluhan Warga.

11 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.