Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Palace Manfaatkan Titik Lemah City

📅 Jumat, 28 Agu 2026, 06:42 WIB | Oleh:
Palace Manfaatkan Titik Lemah City Doc: Ronny HARTMANN/Glyn KIRK/AFP
Ket. Penyerang Crystal Palace, Jean-Philippe Mateta dan Penyerang Manchester City, Erling Haaland (kanan).

LONDON - Crystal Palace dan Manchester City sama-sama datang dengan wajah baru ketika saling berhadapan di Selhurst Park, Sabtu (29/8) dini hari WIB. Namun, tekanan yang mengiringi keduanya berbeda. Palace memburu respons setelah kekalahan di pekan pembuka. Sedangkan City berusaha membuktikan bahwa kemenangan atas Bournemouth bukan sekadar keberuntungan awal dalam era Enzo Maresca.

Pertandingan ini menjadi menarik karena kedua tim masih mencari bentuk terbaik. Pierre Sage mewarisi Palace yang baru saja melewati periode emas bersama Oliver Glasner, ditandai keberhasilan menjuarai Piala FA dan UEFA Conference League. Sementara itu, Maresca memulai pekerjaan yang jauh lebih berat: membangun kembali Manchester City setelah berakhirnya era panjang Pep Guardiola.

Bagi Palace, pertandingan kandang pertama musim ini menjadi kesempatan menghapus kekecewaan dari kekalahan 0-2 di kandang Everton. Hasil itu terlihat buruk di papan skor, tetapi statistik justru menunjukkan bahwa permainan Palace tidak sepenuhnya layak berakhir tanpa gol. Mereka menghasilkan expected goals (xG) 1,96 berbanding 1,12 milik Everton dan menciptakan empat peluang besar yang gagal dikonversi.

Artinya, masalah utama Palace bukan semata kemampuan menciptakan peluang, melainkan ketajaman di kotak penalti. Melawan City, kelemahan seperti itu bisa menjadi sangat mahal. Sage sendiri menegaskan bahwa Palace harus belajar dari kekalahan tersebut. “Kadang-kadang Anda layak menang, tetapi tidak mencetak gol. Yang harus kami pertahankan adalah bagaimana kami bermain, tetapi kami juga membuat kesalahan-kesalahan mudah,” ujar Sage setelah kekalahan dari Everton.

Pernyataan itu memperlihatkan arah strategi Palace. Mereka tidak perlu mengubah identitas permainan secara total. Yang dibutuhkan adalah meningkatkan efektivitas ketika memperoleh ruang dan mengurangi kesalahan ketika City melakukan tekanan. Selhurst Park menjadi modal penting. Atmosfer kandang dapat mendorong Palace bermain lebih agresif, tetapi agresivitas tanpa struktur justru berbahaya ketika menghadapi City.

Maka, pendekatan yang masuk akal bagi Sage adalah menjaga blok pertahanan tetap rapat, memancing City naik, lalu menyerang ruang di belakang garis pertahanan melalui transisi cepat. Jean-Philippe Mateta akan menjadi titik tumpu. Dengan Ismaila Sarr absen akibat cedera pangkal paha, Dwight McNeil dan Eddie Nketiah berpeluang mendukung Mateta dari lini kedua. Palace membutuhkan pemain yang berani menyerang ruang, bukan sekadar mempertahankan penguasaan bola.

Di lini belakang, Chadi Riad juga harus menepi karena cedera lutut. Axel Disasi, yang baru bergabung dengan status pinjaman dari Chelsea, bahkan berpeluang langsung masuk skuad. Sage menyebut Disasi sudah siap dan baru menjalani sesi latihan pertamanya bersama Palace.

Di kubu seberang, Manchester City memiliki persoalan yang berbeda. Mereka memang mengawali kompetisi dengan kemenangan 2-1 atas Bournemouth, tetapi kemenangan tersebut lahir melalui comeback pada menit-menit akhir. Marc Guéhi menyamakan kedudukan pada menit ke-84 sebelum Josko Gvardiol memastikan kemenangan pada masa tambahan waktu.

City menguasai permainan dan menciptakan sejumlah peluang, tetapi kesulitan mengubah dominasi menjadi gol. Inilah pekerjaan rumah terbesar Maresca. City masih memiliki kebiasaan mengontrol pertandingan melalui penguasaan bola, tetapi transisi dari kontrol menuju penetrasi belum sepenuhnya lancar.

Maresca pun tidak menyembunyikan kondisi tersebut. “Ini adalah pekerjaan yang masih dalam proses,” katanya seusai mengalahkan Bournemouth. Ia juga mengakui masih mencari solusi dan variasi baru untuk membentuk tim yang sesuai dengan kebutuhannya.

Eksperimen Maresca menggunakan Guéhi sebagai gelandang bertahan menjadi gambaran jelas betapa besarnya proses rekonstruksi City. Pemain yang biasanya beroperasi sebagai bek tengah itu justru ditempatkan di lini tengah untuk membantu mengatasi persoalan keseimbangan tim.

Namun, situasi itu segera berubah setelah City mendatangkan gelandang muda Ayyoub Bouaddi dari Lille. Pemain berusia 18 tahun tersebut dikontrak lima tahun dan diproyeksikan menjadi bagian penting dari regenerasi lini tengah City setelah Rodri meninggalkan klub.

Jika Bouaddi langsung dimainkan, City memiliki alternatif baru untuk mengontrol pusat permainan. Tetapi pertandingan tandang di Selhurst Park akan menguji apakah struktur baru itu sudah cukup matang. City belum mencatat clean sheet sejak Maresca mengambil alih dan masih terlihat rentan ketika kehilangan bola.

Tugas Berat

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Nilam Butuh Terobosan, ARC USK Dorong SRG Jadi Solusi Tata Niaga
    Penerapan SRG nilam sangat krusial bagi sektor manufaktur ...
  • Impor Pelumas RI Tembus Ribuan Ton, Menperin Resmikan Pabrik Raksasa Shell, Libatkan 50 Vendor Lokal
    Kehadiran fasilitas produksi berkapasitas 12.000 ton per tahun ...
  • Pameran Fi Asia Indonesia 2026 Perluas Akses Industri terhadap Teknologi Pangan Global
    Ulasan yang sangat mencerahkan terutama pada pandangan Dr. ...
  • Wali Kota: Pemkot Bandung Dorong Industri Sepatu Perluas Pasar Ekspor
    Langkah strategis Pemkot Bandung menyoroti urgensi Surat Keterangan ...
  • UU Reforma Agraria Ditantang Bereskan Akar Konflik Tanah
    Orang kepercayaan Menterinya aja kena OTT KPK ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar

Raphinha Hattrick, Barcelona Menang 3-1 atas Sevilla

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Olahraga
Raphinha Hattrick, Barcelon...
Ekonomi
Harga Cabai Rawit di Goront...
Advertisement
Kafilah Kaltim Juara Umum MTQ Nasional XXXI

Kafilah Kaltim Juara Umum MTQ Nasional XXXI

20 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.