Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

51 Macan Tutul Jawa Teridentifikasi di Gunung Halimun Salak, Termasuk 3 Anakan.

📅 Kamis, 27 Agu 2026, 19:57 WIB | Oleh:

Menjaga Koridor antara Halimun dan Salak

Salah satu perhatian penting dalam konservasi Macan Tutul Jawa adalah menjaga konektivitas habitat. Bagi predator dengan ruang jelajah luas, kawasan hutan tidak cukup hanya terlindungi; koridor yang memungkinkan satwa bergerak dari satu habitat ke habitat lainnya juga harus tetap terjaga.

Di Halimun-Salak, upaya menjaga keterhubungan ekosistem Gunung Salak dan Gunung Halimun dilakukan melalui pemulihan habitat dan pengembangan Green Corridor, pemantauan satwa menggunakan camera trap, serta penguatan pengamanan kawasan bersama polisi hutan. Star Energy Geothermal Salak terlibat dalam sejumlah upaya tersebut sebagai bagian dari pengelolaan lingkungan jangka panjang di sekitar wilayah operasinya.

Upaya tersebut menjawab persoalan yang juga muncul dari kajian JWLS. Jika konektivitas menjadi salah satu faktor penting bagi keberlangsungan populasi, maka koridor habitat perlu dijaga dan dipulihkan. Jika perubahan penggunaan ruang perlu dipahami, maka pemantauan satwa harus berlangsung dalam jangka panjang. Dan ketika terdapat aktivitas manusia dalam lanskap yang sama, interaksinya dengan satwa liar perlu terus diukur.

Data JWLS selanjutnya akan digunakan dalam Population Viability Analysis (PVA) untuk melihat berbagai kemungkinan masa depan populasi Macan Tutul Jawa dan menentukan intervensi konservasi yang diperlukan. Hasilnya juga akan menjadi salah satu masukan bagi pembaruan Strategi dan Rencana Aksi Konservasi (SRAK) Macan Tutul Jawa.

Pada Hari Konservasi Alam Nasional, Halimun-Salak memberikan sebuah pelajaran yang relevan jauh melampaui batas taman nasional. Konservasi hari ini tidak selalu berlangsung di bentang alam yang kosong dari manusia. Tantangannya adalah bagaimana manusia menggunakan ruang yang sama tanpa menghilangkan ruang yang dibutuhkan alam.

Halimun-Salak mungkin tidak memberikan jawaban sederhana tentang hubungan antara konservasi dan pembangunan. Lanskap ini justru menunjukkan bahwa hidup berdampingan membutuhkan sesuatu yang lebih sulit: mengetahui apa yang hidup di sana, memahami bagaimana mereka menggunakan ruang, mengukur perubahan, dan bersedia menyesuaikan cara kita bekerja ketika ilmu pengetahuan menunjukkan hal itu diperlukan.

Bagi 51 Macan Tutul Jawa yang terekam kamera, ukuran keberhasilannya jauh lebih sederhana: mereka tetap memiliki cukup ruang untuk hidup liar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Sengketa Tanah Golat Memanas, Keturunan Raja Pagi Tempuh Jalur Hukum
    Preview komentar:
    Raja Pagi Sinurat adalah anak kedua dari Raja ...
  • PLTS Didorong Jadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Hijau
    Preview komentar:
    Pembangunan PLTS dengan kapasitas 100 GWp ini tentu ...
  • Karawang Punya 9 Kawasan Industri, Warga Lokal Disiapkan Jadi Tenaga Kerja
    Preview komentar:
    Membaca ulasan positif mengenai komitmen Pak Bupati ini ...
Link CCTV Pantau Demo 27 Agustus 2026 di DPR Jakarta, Cek Kondisi Jalan secara Live

Link CCTV Pantau Demo 27 Agustus 2026 di DPR Jakarta, Cek Kondisi Jalan secara Live

27 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.