Review Batman: Knightfall Part 1, Ketika Batman Dihancurkan dari Dalam
Rabu, 26 Agu 2026, 00:00 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SUntungnya, kekerasan itu tidak sepenuhnya menjadi gimmick. Klimaks film menggunakan brutalitas tersebut untuk memperlihatkan seberapa jauh Batman telah didorong melewati batas fisiknya.
Azrael dan Robin justru mencuri perhatian
Selain Bane, Pablo Schreiber sebagai Jean-Paul Valley/Azrael menjadi salah satu kejutan terbesar.
Karakter ini memiliki konflik psikologis yang membuatnya berbeda dari kebanyakan anggota keluarga Batman. Schreiber mampu memberikan perubahan antara sosok yang rapuh dan figur Azrael yang agresif serta mengerikan.
Tim Drake juga mendapat porsi yang menarik. Jack Giffin membuat Robin terasa enerjik dan berbeda dari Batman yang semakin muram. Salah satu review bahkan menilai Robin sebagai karakter yang paling menonjol dalam film ini.
Anson Mount cocok sebagai Batman
Anson Mount kembali menyuarakan Batman setelah sebelumnya memainkan karakter tersebut dalam Injustice.
Suaranya tidak mencoba meniru Kevin Conroy. Itu justru menjadi keputusan yang tepat. Mount memberikan perbedaan yang cukup jelas antara Bruce Wayne dan Batman, dengan Batman terdengar lebih keras dan berat sementara Bruce lebih natural.
Hasilnya adalah Batman yang terasa lebih tua, lelah, dan sudah terlalu lama menjalani kehidupan sebagai vigilante.
Kekurangan terbesar: terlalu banyak cerita untuk 79 menit
Inilah kelemahan utama film.
Materi Knightfall aslinya sangat besar dan melibatkan banyak judul komik serta karakter. Mengubah keseluruhan saga menjadi tiga film memang memungkinkan, tetapi Part 1 terasa harus berlari mengejar materinya sendiri.
Beberapa karakter hanya muncul sebentar. Latar belakang Azrael juga tidak mendapat eksplorasi sebanyak yang seharusnya. Bahkan hubungan tertentu antara Bane dan Batman yang penting dalam cerita aslinya terasa terlalu cepat.
Akibatnya, film ini kemungkinan akan lebih memuaskan bagi pembaca komik lama dibanding penonton yang sama sekali belum mengenal Knightfall.
Dan karena ini baru bagian pertama, penonton memang harus menerima bahwa film berakhir ketika cerita sedang memasuki titik yang sangat penting.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!