Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkot Bandung Targetkan Pasar Baru dan Pecinan Lama Jadi Kawasan Kuliner Dunia

📅 Rabu, 26 Agu 2026, 15:22 WIB | Oleh:
Pemkot Bandung Targetkan Pasar Baru dan Pecinan Lama Jadi Kawasan Kuliner Dunia  Doc: Humas Kota Bandung

BANDUNG - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus mematangkan rencana pengembangan kawasan Pasar Baru dan sekitarnya menjadi destinasi kuliner berkelas dunia. Konsep tersebut akan mencakup kawasan Pecinan Lama serta sejumlah ruas jalan di sekitar pusat perdagangan tersebut.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengatakan konsep pengembangan kawasan tersebut telah masuk dalam rencana Pemkot Bandung. Namun, pelaksanaannya masih menunggu kepastian kesiapan para pelaku usaha dan investor yang akan terlibat.

"Kalau itu memang konsepnya sudah masuk, tapi saya memang menunggu kepastian dari kesiapan para pelakunya dulu dan juga kerja sama dalam rangka pembangunan penyiapan lokasi," ujar Wali Kota Farhan di Balai Kota Bandung, Senin (24/8).

Wali Kota Farhan mengatakan pengembangan kawasan tersebut akan menggunakan skema kerja sama investasi antarswasta. Pemkot Bandung tidak menjadi pihak yang berinvestasi, melainkan berperan dalam penataan kawasan dan memastikan aspek regulasi berjalan.

"Semuanya dalam format kerja sama investasi antar-swasta. Pemerintah hanya mengatur regulasinya," kata dia.

Menurut Wali Kota Farhan, Pemkot Bandung akan menjalankan fungsi penataan dan penertiban agar kawasan yang dikembangkan dapat memiliki lingkungan yang nyaman, tertib, dan mendukung aktivitas ekonomi.

"Artinya kita kembali ke fungsi penataan dan penertiban. Investasi 100 persen swasta," ujar dia.

Meski masih menunggu kesiapan pelaku usaha, Wali Kota Farhan memastikan konsep pengembangan kawasan tersebut sudah disiapkan. Nantinya, kawasan Pasar Baru akan terhubung dengan Pecinan Lama sebagai salah satu daya tarik wisata kuliner dan ekonomi kreatif Kota Bandung.

"Konsepnya sudah bagus. Nanti akan melibatkan area di Pasar Baru dan juga Pecinan Lama. Keren lah," tutur Wali Kota Farhan.

Ia mengatakan, pengembangan kawasan tersebut juga akan diikuti pembenahan sejumlah jalan kecil di sekitar kawasan pada 2027. Beberapa ruas yang disebut antara lain Jalan ABC, Suniaraja, Alkateri, hingga kawasan belakang Pasar Dulatip.

Wali Kota Farhan menyebut pembenahan tersebut merupakan bagian dari kesepakatan dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk memperkuat kawasan tersebut.

"Itu akan memberikan alasan untuk kita di tahun 2027 semua jalan-jalan kecil ABC, Suniaraja, Alkateri itu jalannya akan dirapikan lagi semuanya," kata dia.

Menurut dia, pembenahan infrastruktur jalan menjadi bagian penting untuk mendukung konsep kawasan kuliner dan wisata. Penataan tidak hanya menyangkut pelaku usaha, tetapi juga kualitas lingkungan dan akses pengunjung.

Wali Kota Farhan menjelaskan bahwa setidaknya terdapat dua konsep yang akan dikembangkan di kawasan tersebut. Salah satunya adalah Pecinan Lama yang menjadi bagian permanen dari kawasan pengembangan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Bukan Sekadar Diskon! Subsidi Motor Listrik Disebut Bisa Pacu Industri Nasional
    Preview komentar:
    Sebagai praktisi yang sering berinteraksi dengan sektor distribusi ...
  • Industri Halal Dinilai Jadi Motor Baru Pertumbuhan Ekonomi Indonesia.
    Preview komentar:
    Membaca ulasan komprehensif ini memberikan perspektif baru yang ...
  • Guangdong Melirik Industri Motor Listrik Indonesia, Ada Potensi Besar!
    Preview komentar:
    Artikel yang sangat informatif mengenai potensi elektrifikasi kendaraan; ...
Daerah
Kemenhut Perkuat Pengendali...
Daerah
Karhutla Juga Terjadi di Gu...
Rona
Mawar de Jongh Rilis Single...
Peresmian LRT Kelapa Gading-Manggarai Ditunda, Pemprov DKI Minta Maaf

Peresmian LRT Kelapa Gading-Manggarai Ditunda, Pemprov DKI Minta Maaf

26 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.