Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

Kasus Yogi ‘Starlink’ di Mentawai, Menkomdigi Pilih Jalur Pembinaan Ketimbang Pidana

26 Selasa, 25 Agu 2026, 13:44 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Kasus Yogi ‘Starlink’ di Mentawai, Menkomdigi Pilih Jalur Pembinaan Ketimbang Pidana Kasus Yogi ‘Starlink’ di Mentawai, Menkomdigi Pilih Jalur Pembinaan Ketimbang Pidana Doc: istimewa
Ket. Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menegaskan Kementerian Komdigi memilih pendekatan pembinaan terhadap Yogi Gilang Arya Setia (39), warga Mentawai yang tengah menjalani persidangan di PN Padang terkait penyediaan layanan internet Starlink tanpa izin

JAKARTA– Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menegaskan Kementerian Komdigi memilih pendekatan pembinaan terhadap Yogi Gilang Arya Setia (39), warga Mentawai yang tengah menjalani persidangan di PN Padang terkait penyediaan layanan internet Starlink tanpa izin.

Meutya mengatakan Komdigi menghormati proses hukum yang berjalan. Namun di sisi lain, ada kebutuhan masyarakat Desa Sikakap terhadap layanan internet yang lebih baik.

“Tanpa mengurangi rasa hormat terhadap proses hukum yang sedang berjalan, kita juga tidak ingin melakukan intervensi. Ini bukan bagian dari intervensi. Namun demikian, dari Komdigi kami melihat ada dua sisi. Yang pertama, seseorang yang melakukan layanan internet memang perlu memiliki izin. Tetapi sisi yang kedua, di Desa Sikakap, Mentawai, memang ada kebutuhan masyarakat terhadap layanan internet yang kualitasnya lebih baik,” kata Meutya di Solo, Selasa (25/8).

Menurut Meutya, wilayah Sikakap memang sudah tercover jaringan 4G. Namun infrastruktur pendukung seperti fiber optik belum ada. Layanan 4G juga hanya bergantung pada satu operator sehingga kualitasnya masih terbatas.

“Kalau kita bicara coverage 4G, memang sudah ter-cover, tetapi yang belum ada adalah fiber optic. Jadi layanannya masih sulit dan kualitasnya juga berbeda dengan daerah lain. Operator 4G pun hanya satu,” ujarnya.

Karena itu Komdigi mendorong solusi agar kegiatan Yogi bisa menjadi legal. Bentuk pembinaannya berupa bantuan pengurusan izin atau menghubungkan dengan ISP resmi agar menjadi reseller.

“Caranya bagaimana? Bisa jadi mereka kita bantu membuat izin. Bukan dipidana, tetapi dibantu membuat izin. Atau kita bantu juga untuk dikoneksikan atau diperbantukan dengan ISP-ISP yang sudah mendapat izin di daerah tersebut, sehingga dia menjadi bagian dari ekosistem atau reseller dari ISP tersebut,” jelas Meutya.

Meutya menekankan semangat pembinaan sejalan dengan KUHAP baru yang mengedepankan langkah korektif sebelum instrumen pidana. Pendekatan ini juga sudah diterapkan Komdigi di beberapa daerah lain.

“Menurut hemat kami, semangat KUHAP yang baru juga harusnya mengedepankan langkah-langkah pembinaan, dan langkah hukum pidana adalah solusi terakhir,” katanya.

Lebih lanjut, Meutya menyebut secara umum seluruh desa di Indonesia sudah ada koneksi 4G. Yang belum merata adalah layanan fiber optik untuk kecepatan tinggi.

Sebagai solusi jangka panjang, Komdigi telah melelang frekuensi 1,4 GHz untuk Fixed Wireless Access. Pemenang lelang diwajibkan membangun jaringan di wilayah terpencil termasuk Kepulauan Mentawai. 

“Mudah-mudahan ini solusinya. Tentunya perlu waktu untuk membangun, tapi solusi dalam setahun itu mudah-mudahan bisa terasa di wilayah-wilayah yang saat ini memang belum memiliki layanan internet yang baik,” ujar Meutya.

Ia mengakui inovasi masyarakat dalam membantu konektivitas perlu dihargai. Namun tetap mengimbau agar semua layanan internet berjalan dengan izin.

“Jadi di lapangan mungkin saja ada kejadian-kejadian inovasi dan kreativitas dalam rangka membantu masyarakat. Namun ia tetap mengimbau semuanya agar berizin dan dari Komdigi dapat membantu bagaimana supaya layanan atau inovasi tersebut berizin,” tutup Meutya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Olahraga
Kane, Mbappe, dan Yamal Ber...
Megapolitan
BPBD Bogor: 113 Rumah di Ci...

Mentan: Daya Beli Petani Lampung Naik

36 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Daerah
Mentan: Daya Beli Petani La...
Daerah
Mentan Siapkan Bantuan Pomp...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Jenis Pelanggaran Lalu Lintas yang akan Ditindak Selama Operasi Patuh Jaya 2026

Jenis Pelanggaran Lalu Lintas yang akan Ditindak Selama Operasi Patuh Jaya 2026

26 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.