Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tinggalkan Kemacetan Horor! Proyek Kereta Parung Panjang-Jasinga Siap Tembus 6 Stasiun Baru!

📅 Senin, 24 Agu 2026, 06:35 WIB | Oleh:
Tinggalkan Kemacetan Horor! Proyek Kereta Parung Panjang-Jasinga Siap Tembus 6 Stasiun Baru! Doc: ANTARA/HO-Pemkab Bogor
Ket. Bangunan jembatan layang di wilayah barat, tepatnya di Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

KABUPATEN BOGOR - Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, merancang pembangunan jalur kereta api Parung Panjang–Jasinga sepanjang 27,26 kilometer yang akan dilengkapi dengan enam stasiun baru, Minggu (23/8). 

Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor Ajat Rochmat Jatnika di Cibinong, Minggu, mengatakan pengembangan transportasi berbasis rel tersebut menjadi bagian dari arahan Bupati Bogor Rudy Susmanto untuk membangun sistem transportasi yang terintegrasi dan menjangkau berbagai wilayah.

“Pengembangan transportasi ini merupakan bagian dari upaya membangun konektivitas antar-wilayah. Jadi bukan hanya di Puncak, tetapi juga bagaimana wilayah Bogor Barat memiliki dukungan transportasi massal melalui rencana kereta Tenjo-Jasinga,” katanya.

Berdasarkan kajian awal Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapperida) Kabupaten Bogor pada 2025, trase Parung Panjang-Jasinga lebih direkomendasikan untuk dikembangkan setelah melalui penilaian terhadap 15 kriteria dari aspek teknis, ekonomi, sosial, dan lingkungan.

Dalam kajian tersebut, jalur Parung Panjang-Jasinga dirancang sepanjang sekitar 27,26 kilometer menggunakan konstruksi at grade atau di permukaan dengan jenis rel heavy rail.

Jalur tersebut direncanakan memiliki enam stasiun baru dan terhubung dengan satu stasiun eksisting di Parung Panjang.

Kereta pada jalur itu diproyeksikan memiliki waktu tempuh sekitar 24 menit serta didukung enam perlintasan sebidang dan 17 jembatan.

Biaya operasional kereta dalam kajian awal diperkirakan berkisar Rp20.000-Rp30.000 per penumpang.

Ia menjelaskan pengembangan transportasi di wilayah barat tidak hanya ditujukan untuk mengurai kepadatan lalu lintas, tetapi juga membuka akses serta mendorong munculnya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru.

“Prinsipnya, kita ingin transportasi menjadi bagian dari pengembangan wilayah. Ketika konektivitasnya semakin baik, mobilitas masyarakat meningkat, pusat-pusat ekonomi baru tumbuh dan manfaat pembangunan bisa dirasakan lebih merata,” ujarnya.

Selain Parung Panjang-Jasinga, dokumen rencana pengembangan infrastruktur transportasi berbasis rel Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor juga memuat alternatif trase Tenjo-Jasinga.

Trase Tenjo-Jasinga dirancang sepanjang 18,6 kilometer dengan tiga titik stasiun dan melintasi Kecamatan Tenjo hingga Jasinga, sedangkan alternatif Parung Panjang-Jasinga sepanjang sekitar 26,5 kilometer dalam dokumen tersebut dirancang melintasi Parung Panjang, Rumpin, Cigudeg, Jasinga, dan Tenjo dengan enam titik stasiun.

Pengembangan jalur kereta itu diarahkan untuk melayani pergerakan komuter sekaligus menjadi pengumpan penumpang menuju jaringan KRL Commuter Line Jabodetabek melalui Stasiun Parung Panjang.

Rencana tersebut juga sejalan dengan pengembangan Parung Panjang sebagai pusat pelayanan kawasan dan kawasan berbasis transit oriented development (TOD), sedangkan Tenjo diarahkan untuk pengembangan stasiun barang dan penguatan konektivitas jaringan antarkota serta perkotaan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.