Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Polresta Bandung Berhasil Mengungkap Industri Rumahan Miras Oplosan di Margahayu

📅 Jumat, 21 Agu 2026, 15:44 WIB | Oleh: Tim Penulis
Polresta Bandung Berhasil Mengungkap Industri Rumahan Miras Oplosan di Margahayu Doc: ANTARA
Ket. Kasatresnarkoba Polresta Bandung Kompol Made Putra Yudistira saat memperlihatkan barang bukti miras ilegal di Mapolresta Bandung, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pada Jumat (21/8/2026).

BANDUNG – Satuan Reserse Narkoba Polresta Bandung, Jawa Barat, mengungkap industri rumahan minuman keras oplosan serta mengamankan tiga orang terduga pelaku di Kecamatan Margahayu, Kabupaten Bandung.

Kasatresnarkoba Polresta Bandung Kompol Made Putra Yudistira di Bandung, Jumat (21/8), mengatakan pengungkapan tersebut berawal dari informasi masyarakat mengenai dugaan peredaran minuman keras oplosan di wilayah hukum Polresta Bandung.

"Berawal dari informasi dari masyarakat terkait peredaran miras oplosan, kami melaksanakan penyelidikan di wilayah Margahayu dan berhasil mengamankan tiga orang terduga pelaku," katanya.

Tiga terduga pelaku tersebut masing-masing berinisial BE, GE, dan NY yang diduga berperan dalam penjualan, peredaran, serta produksi minuman keras oplosan.

Dari lokasi pengungkapan, polisi menyita 51 botol minuman keras oplosan dengan berbagai merek, 10 liter alkohol, 15 liter minuman oplosan siap edar, pewarna makanan, serta sejumlah alat yang digunakan untuk meracik dan mengemas minuman.

Made mengatakan para terduga pelaku memproduksi minuman tersebut dengan mencampurkan cairan alkohol berkadar 96 persen dengan pewarna makanan sebelum dikemas untuk diedarkan kepada pembeli.

"Modusnya memproduksi dan menjual miras oplosan dengan cara meracik atau mencampur bahan-bahan tertentu berupa cairan alkohol 96 persen dan pewarna makanan sehingga menjadi miras oplosan siap edar," katanya.

Menurut keterangan awal para pelaku, usaha tersebut telah beroperasi selama hampir tiga bulan dengan pemasaran dilakukan melalui media sosial yang dijual dengan harga sekitar Rp300.000 per botol.

Polisi masih melakukan pemeriksaan laboratorium forensik untuk mengetahui kandungan bahan yang digunakan dalam pembuatan minuman tersebut, termasuk jenis alkohol yang ditemukan di lokasi.

Made menambahkan, berdasarkan keterangan sementara, salah seorang terduga pelaku mempelajari cara meracik minuman oplosan melalui konten yang diakses di platform YouTube.

Para terduga pelaku dijerat dengan ketentuan pidana dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan serta aturan terkait lainnya, dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara dan denda hingga Rp4 miliar, sementara penyidikan masih terus dilakukan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Sekjen PBB Soroti Tantangan Lonjakan Populasi Lansia

30 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Sekjen PBB Soroti Tantangan...
Nasional
Menbud Optimistis Batik Ind...

Janice Tjen Tersingkir dari China Open

56 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Olahraga
Janice Tjen Tersingkir dari...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.