Independensi BI Jadi Benteng Stabilitas Ekonomi
📅 Jumat, 21 Agu 2026, 00:35 WIB | Oleh: Tim RedaksiPengelolaan Fiskal - Stabilitas Rupiah Jadi Prioritas Kebijakan Moneter
Kebijakan moneter yang terlalu diarahkan untuk menopang kebutuhan fiskal berisiko menurunkan kredibilitas bank sentral dan memicu kekhawatiran pasar.
Jakarta – Independensi Bank Indonesia (BI) dinilai penting sebagai benteng terakhir dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional, terutama ketika pengelolaan fiskal menghadapi tekanan.
Kebijakan moneter perlu terbebas dari kepentingan jangka pendek agar BI tetap fokus menjaga inflasi, nilai tukar, dan kepercayaan pasar.
Ekonom Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda mengatakan independensi BI harus tetap dijaga agar otoritas moneter dapat menjalankan mandatnya tanpa intervensi.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Ketika fiskal kita ini buruk pengelolaannya … seharusnya ada pengawal terakhir yang itu dipegang oleh otoritas moneter yang tidak boleh diintervensi siapapun dan apapun,” kata Nailul, sebagaimana diberitakan Antara di Jakarta, Kamis (20/8).
Menurut Nailul, independensi BI penting agar bank sentral dapat menjalankan mandat menjaga stabilitas moneter dan nilai tukar tanpa tekanan dari kepentingan fiskal pemerintah.
Ia mengingatkan bahwa kebijakan moneter yang terlalu diarahkan untuk menopang kebutuhan fiskal berisiko menurunkan kredibilitas bank sentral dan memicu kekhawatiran pasar.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut dia, pengalaman berbagai negara menunjukkan ketergantungan bank sentral terhadap pemerintah dapat menimbulkan persoalan ketika kebijakan moneter digunakan untuk mendukung pembiayaan fiskal.
Pengalaman inflasi tinggi pada masa lalu kemudian mendorong banyak negara memperkuat independensi bank sentral.
Indonesia juga melakukan penguatan independensi BI setelah krisis ekonomi 1997- 1998 melalui Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia yang kemudian mengalami perubahan.
Nailul menilai independensi BI semakin penting seiring semakin terbukanya arus modal.
Ketika modal dapat bergerak keluar-masuk dengan cepat, bank sentral membutuhkan kredibilitas untuk menjaga stabilitas moneter dan nilai tukar.
Ia mengingatkan tekanan fiskal yang tidak dikelola dengan baik dapat mempengaruhi kepercayaan terhadap rupiah.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!