Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BKKBN Papua Dorong Penanganan Stunting Berbasis Data By Name By Address

📅 Jumat, 21 Agu 2026, 02:50 WIB | Oleh:
BKKBN Papua Dorong Penanganan Stunting Berbasis Data By Name By Address Doc: ANTARA/HO- BKKBN Papua
Ket. Kepala Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN Provinsi Papua Sarles Brabar saat melakukan pertemuan dengan Gubernur Papua Mathius D Fakhiri, Rabu (19/8).

JAYAPURA - Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN Provinsi Papua mempercepat langkah penanganan stunting dengan mengarahkan intervensi berbasis data presisi by name by address.

Kepala Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN Provinsi Papua Sarles Brabar di Jayapura, Kamis, mengatakan mengatakan penggunaan data yang akurat menjadi penting agar intervensi pencegahan dan penanganan stunting dapat diberikan secara tepat kepada keluarga yang berisiko.

"Pada Rabu (19/8) kami melakukan pertemuan dengan Gubernur Papua Mathius D Fakhiri guna melakukan evaluasi perkembangan program percepatan pencegahan dan penanganan stunting secara berkelanjutan," katanya.

Menurut Sarles, penanganan stunting sangat membutuhkan kolaborasi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, dunia usaha, perbankan, serta mitra lainnya.

"Oleh sebab itu kami sangat mendorong penyamaan data antara BKKBN dan Dinas Kesehatan agar pemerintah daerah memiliki dasar yang sama dalam menentukan langkah intervensi," ujarnya.

Dia menjelaskan, jika di Papua hari ini mengalami penurunan, harus dilaporkan bersama-sama. Dan jika ada kenaikan perlu koordinasi dengan teman-teman di Dinas Kesehatan sehingga datanya bisa dipadukan.

"Seperti di sejumlah daerah yang menjadi perhatian dalam penanganan stunting, di antaranya Kabupaten Mamberamo Raya dan Sarmi. Sementara Kota Jayapura berdasarkan perkembangan data yang disampaikan telah berada di kisaran 12 persen," katanya lagi.

Menurut dia, untuk mempercepat intervensi, pihaknya juga mendorong penguatan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) dengan melibatkan perusahaan, perbankan, dan program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR.

"Kami berharap delapan kabupaten di Provinsi Papua dapat bergerak secara serentak bersama seluruh pemangku kepentingan dalam menekan angka stunting," ujarnya.

Dia menjelaskan karena perubahan angka stunting perlu dipantau secara berkala, baik ketika mengalami penurunan, kenaikan maupun stagnasi, sehingga pemerintah dapat segera menentukan intervensi yang sesuai.

"Saat ini, Papua masih mengacu pada data nasional dengan angka stunting sekitar 28 persen. Sehingga kami sangat berharap kolaborasi lintas sektor dan intervensi yang berbasis data dapat menurunkan angka stunting di Papua secara berkelanjutan," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

KPK Berharap Nusron Wahid Kooperatif

31 menit yang lalu | Ones

Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

39 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

39 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.