Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ayah Korban Truk Sampah di Kramat Jati Berusaha Temui Gubernur DKI: Nyawa Anak Kami Nggak Akan Ada Nilainya

📅 Jumat, 21 Agu 2026, 16:00 WIB | Oleh:
Ayah Korban Truk Sampah di Kramat Jati Berusaha Temui Gubernur DKI: Nyawa Anak Kami Nggak Akan Ada Nilainya Doc: ANTARA/Lifia Mawaddah Putri
Ket. Ayah dari korban siswa sekolah menengah yang tewas terlindas truk pengangkut sampah di kawasan Kramat Jati, Jakarta Timur, didampingi tim kuasa hukumnya menyambangi Balai Kota, Jumat (21/8).

JAKARTA -- Ayah dari korban siswa yang tewas terlindas truk pengangkut sampah di kawasan Kramat Jati, Jakarta Timur, didampingi tim kuasa hukumnya menyambangi Balai Kota untuk meminta ketegasan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menata kawasan tersebut 

Eri Yusnovi (49), ayah korban bernama Hammamshidqi, didampingi tim kuasa hukum mendatangi Balai Kota Jakarta pada Jumat pagi untuk membawa surat kepada Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan meminta pemerintah serius membenahi kawasan tersebut sesuai fungsinya, sehingga kecelakaan serupa tidak terulang kembali.

"Kalau saya lihat dari hari pertama kejadian sampai sekarang belum ada tindakan yang tegas di lapangan. Jalan masih licin, ada yang jatuh walaupun enggak sampai seperti anak saya," kata Eri Yusnovi di Balai Kota, Jumat.

Saat menyambangi Balai Kota, Eri bersama kuasa hukumnya menyerahkan surat kepada perwakilan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.

Ia berharap ke depannya Pemerintah Jakarta dapat menunjukkan keseriusannya untuk menata kawasan tersebut.

Eri menceritakan lokasi kecelakaan yang menewaskan anaknya merupakan pasar tumpah yang didominasi penjual ikan dan hasil laut lainnya. Ceceran limbah ikan dan komoditas laut di sepanjang jalan membuat jalanan licin.

Menurut Eri, sudah ada komunikasi antara keluarga dengan Dinas Lingkungan Hidup Jakarta, pihak kelurahan, dan Wali Kota Jakarta Timur Munjirin. Namun ia menyebut musibah ini bukan semata belasungkawa dan tanggung jawab sosial.

"Yang dilakukan oleh Satpol PP hanya mundurin lapak pedagang dan arahan jangan buang limbah di jalan. Bagi saya intinya bukan di situ. Kondisi jalan yang licin. Seharusnya bisa lebih tegas, area jalan bukan untuk dagangan," kata Eri.

Dalam kesempatan yang sama, kuasa hukum keluarga Hammamshidqi, Odie Hudiyanto, menegaskan keluarga tidak punya niatan meminta sejumlah uang karena sudah ada santunan melalui Jasa Raharja dan Baznas (Bazis).

"Kami hanya minta tanggung jawab negara. Jadi kalau ditanya bentuknya, tentu saja materi dan immateri. Silakan Pemprov Jakarta memahami seberapa yang pantas untuk korban karena nyawa tentu saja enggak akan ada nilainya," ucap Odie.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Ekonomi
Neraca perdagangan Indonesi...
Nasional
Presiden Prabowo lantik Wan...
Olahraga
Fitriani/Fadona melaju ke f...
Rona
7 Drama Korea Baru Wajib Di...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.