Gubernur Pramono Minta Pemerintah Pusat Turun Tangan Atasi Emisi PLTU Suralaya
📅 Kamis, 20 Agu 2026, 16:45 WIB | Oleh: Paundra ZakirullohPramono menambahkan bahwa persoalan polusi udara membutuhkan komitmen bersama dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat. Kolaborasi tersebut diperlukan untuk memastikan sumber emisi dari sektor transportasi maupun industri dapat dikendalikan secara berkelanjutan.
Gubernur DKI Jakarta itu menilai penanganan polusi udara tidak bisa berhenti pada kebijakan yang hanya diterapkan di dalam wilayah Ibu Kota. Sumber emisi dari kawasan yang mengelilingi Jakarta juga perlu dipetakan dan ditangani agar kebijakan pengurangan emisi tidak berjalan sendiri-sendiri.
Pengendalian penggunaan bahan bakar yang menghasilkan emisi tinggi menjadi salah satu aspek yang menurut Pramono perlu mendapat perhatian lebih besar. Ia berharap pemerintah pusat dan pemerintah daerah dapat menyusun langkah bersama untuk mengurangi dampak aktivitas industri terhadap kualitas udara kawasan Jakarta dan sekitarnya.
Dengan demikian, agenda elektrifikasi kendaraan dan pengembangan transportasi publik dapat berjalan bersamaan dengan pengawasan terhadap aktivitas industri. Pendekatan tersebut dinilai lebih relevan untuk menghadapi persoalan polusi udara yang sumbernya tidak mengenal batas wilayah administratif.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pramono menegaskan, Jakarta tetap akan melanjutkan berbagai upaya mengurangi emisi dari sektor transportasi dan meningkatkan kualitas mobilitas masyarakat. Namun, keberhasilan memperbaiki kualitas udara membutuhkan dukungan dari seluruh wilayah aglomerasi serta kebijakan pemerintah pusat terhadap sumber-sumber emisi di sekitar Ibu Kota.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!