Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemprov DKI Gelar JAKI & Fellowship Cities Forum 2026, Bahas Transformasi Digital

📅 Senin, 17 Agu 2026, 16:40 WIB | Oleh:
Pemprov DKI Gelar JAKI & Fellowship Cities Forum 2026, Bahas Transformasi Digital Doc: Pemprov DKI Jakarta
Ket. Diskominfotik DKI bersama Unit Pengelola Jakarta Smart City (JSC) akan menggelar JAKI & Fellowship Cities Forum (JFCF) 2026. Forum internasional bertema "Sharing Best Practices in Digital Transformation and Public Innovation" tersebut dijadwalkan berlangsung secara hybrid pada 19-20 Agustus 2026.

JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) bersama Unit Pengelola Jakarta Smart City (JSC) akan menggelar JAKI & Fellowship Cities Forum (JFCF) 2026. Forum internasional bertema "Sharing Best Practices in Digital Transformation and Public Innovation" tersebut dijadwalkan berlangsung secara hybrid pada 19-20 Agustus 2026.

Kepala Diskominfotik DKI Jakarta Marulina Dewi mengatakan JFCF 2026 menjadi wadah kolaborasi bagi pemerintah untuk bertukar pengalaman mengenai transformasi digital dan inovasi pelayanan publik. Forum tersebut rencananya dibuka oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan melibatkan kepala daerah se-Jabodetabek secara virtual.

"Hari ini kami mengumumkan penyelenggaraan JAKI & Fellowship Cities Forum 2026. Forum ini menjadi ruang kolaborasi untuk berbagi praktik terbaik transformasi digital dan inovasi pelayanan publik antarpemerintah," kata Marulina di JSC Lounge, Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (14/8).

Selama dua hari, JFCF 2026 akan menghadirkan 16 sesi diskusi yang terdiri atas tujuh sesi luring dan sembilan sesi daring. Sekitar 3.000 peserta dari kementerian, pemerintah daerah, akademisi, industri, hingga masyarakat umum ditargetkan mengikuti forum tersebut.

Pendaftaran JFCF 2026 dapat dilakukan melalui laman resmi Jakarta Smart City. Forum ini diharapkan menjadi ruang bertukar gagasan dan pengalaman dalam mengembangkan layanan publik berbasis teknologi yang dapat diterapkan sesuai kebutuhan masing-masing daerah.

Menurut Marulina, transformasi digital saat ini semakin dibutuhkan untuk menghadirkan pelayanan publik yang cepat, transparan, dan responsif. Melalui JFCF, Jakarta ingin mendorong agar inovasi digital dapat berkembang secara lebih merata dan tidak hanya terkonsentrasi di kota-kota besar.

"Jakarta ingin menjadi penghubung kolaborasi agar transformasi digital berkembang merata di seluruh Indonesia," ujarnya.

Untuk memperkuat kerja sama dengan pemerintah daerah mitra, Pemprov DKI Jakarta juga akan membagikan dua platform digital secara gratis. Kedua platform tersebut yakni City Data Platform dan Learning Management System, yang akan dilengkapi dengan pendampingan teknis agar dapat diterapkan secara optimal.

"Kami tidak hanya berbagi pengalaman, tetapi juga menyediakan platform digital beserta pendampingannya agar manfaat transformasi digital dapat dirasakan lebih luas," urai Marulina.

Dalam kesempatan tersebut, Diskominfotik turut memaparkan perkembangan aplikasi JAKI. Hingga Agustus 2026, aplikasi layanan publik tersebut telah diunduh lebih dari 7,06 juta kali dan menyediakan 101 fitur yang dapat dimanfaatkan masyarakat.

Penguatan juga dilakukan terhadap sistem pengaduan Cepat Respon Masyarakat (CRM). Pemprov DKI Jakarta memanfaatkan teknologi AI Image Detector dan AI Recapture Detection untuk membantu memverifikasi keaslian foto yang disertakan dalam laporan warga.

"Kami terus mengembangkan JAKI, mulai dari integrasi Satu Data Jakarta, penambahan layanan publik, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan untuk memastikan setiap laporan warga dapat diverifikasi dan ditindaklanjuti secara akurat," tutur Marulina.

Sementara itu, Kepala Unit Pengelola Jakarta Smart City Ponirin Ariadi Limbong mengatakan minat pemerintah daerah dan perguruan tinggi untuk mempelajari penerapan konsep smart city di Jakarta terus meningkat. JFCF 2026 menjadi salah satu ruang pembelajaran bersama yang menghadirkan narasumber dari dalam maupun luar negeri.

"Setiap hari kami menerima kunjungan studi banding. Melalui forum ini, kami menghadirkan pakar transformasi digital, praktisi teknologi, kepala daerah, hingga perwakilan lembaga internasional untuk berbagi pengalaman," ungkap Ponirin.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...

Bupati Klaten Masih Diperiksa KPK, Usai Ditangkap

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Bupati Klaten Masih Diperik...
Advertisement
Karhutla Bromo Memakan Korban Jiwa, Tiga Pahlawan Pemadam Gugur Saat Pertaruhkan Nyawa

Karhutla Bromo Memakan Korban Jiwa, Tiga Pahlawan Pemadam Gugur Saat Pertaruhkan Nyawa

15 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.