Awas ISPA di Tengah Musim Kemarau! Ini Tips Menjaga Kesehatan Pernapasan
📅 Sabtu, 15 Agu 2026, 05:53 WIB | Oleh: Marcellus WidiartoJAKARTA - Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan Aji Muhawarman menyampaikan tren kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) berkait dengan faktor Iklim salah satunya kekeringan.
“Kasus ISPA setiap tahunnya semakin meningkat dan terjadi sepanjang tahun, dimulai dari peralihan musim kemarau ke musim hujan atau sebaliknya,” ujar Aji dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat.
Menurut dia, biasanya masyarakat lebih rentan terkena penyakit apabila terjadi perubahan lingkungan yang ekstrem.
Ia mengatakan keterkaitan antara musim kering atau musim kemarau dengan kejadian ISPA dipengaruhi oleh kualitas udara, dalam hal ini secara hubungan tidak secara langsung.
Salah satu penyebabnya dipicu kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meningkat pada saat musim-musim tersebut yang menghasilkan polutan dalam udara dan menurunkan kualitas udara sekitar.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Salah satu polutan yang menjadi indikator kualitas udara adalah PM 2,5. Apabila kualitas udara menurun maka angka kejadian ISPA meningkat,” tutur dia.
Lebih lanjut, Aji menyampaikan kiat pencegahan yang bisa dilakukan masyarakat untuk menghindari ISPA selama musim kemarau, seperti menggunakan masker saat polusi udara tinggi, melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), hingga menghindari sumber polusi dan asap rokok.
“Mengurangi aktivitas luar ruangan dan menutup ventilasi rumah/kantor/sekolah/tempat umum saat polusi udara tinggi, menggunakan penjernih udara dalam ruangan,” imbuh dia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut Aji, pentingnya kesiapsiagaan mengingat cuaca panas dan udara kering dapat meningkatkan dehidrasi dan heat stroke, sementara debu, polusi, serta asap kebakaran dapat memperburuk gangguan pernapasan.
“Masyarakat, terutama anak-anak, lansia, dan mereka yang punya penyakit penyerta, harus lebih berhati-hati. Kita ingin pelayanan kesehatan tetap siap sebelum terjadi peningkatan kasus, bukan baru bertindak setelah rumah sakit penuh,” ujar Aji.
Dalam hal ini Kemenkes, lanjut Aji, sudah mengantisipasi dampak kesehatan dari kondisi cuaca panas dan kemarau yang lebih kering.
Rumah sakit, termasuk rumah sakit vertikal Kemenkes disiapkan untuk menangani kasus kegawatdaruratan, termasuk pasien dengan heat stroke, gangguan pernapasan, maupun perburukan penyakit kronis yang dipicu oleh cuaca panas dan kualitas udara.
Kemudian, tenaga kesehatan serta fasilitas pendukung disiapkan memberikan pelayanan apabila terjadi peningkatan kebutuhan.
Aji juga mengatakan apabila dibandingkan data tahun lalu di periode bulan yang sama tren kasus ISPA masih mengikuti pola tahunan, dan cenderung menurun dalam laporan tiga minggu terakhir.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!