SCG Sharing the Dream 2026 Beri 412 Beasiswa untuk Pelajar & Mahasiswa
📅 Rabu, 12 Agu 2026, 16:15 WIB | Oleh: Paundra ZakirullohJAKARTA - SCG kembali memperkuat komitmennya dalam mendukung pengembangan generasi muda Indonesia melalui program SCG Sharing the Dream 2026. Memasuki tahun ke-14, program beasiswa tersebut kembali memberikan dukungan pendidikan sekaligus pengembangan kapasitas bagi pelajar dan mahasiswa untuk menghadapi tantangan masa depan.
Program yang pertama kali diluncurkan pada 2012 itu telah menjangkau lebih dari 5.200 penerima beasiswa di Indonesia. Pada 2026, SCG menganugerahkan 412 beasiswa yang terdiri dari 400 beasiswa untuk siswa SMA/sederajat dan 12 beasiswa bagi mahasiswa program Sarjana (S1).
Pemberian beasiswa tersebut dilakukan dalam Awarding Day SCG Sharing the Dream 2026 yang digelar di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia (Kemendikdasmen). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya SCG untuk memperluas akses pendidikan sekaligus mempersiapkan generasi muda yang kompeten, adaptif, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan serta masyarakat.
Seiring persiapan Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045, pengembangan sumber daya manusia menjadi salah satu tantangan yang perlu mendapat perhatian serius. SCG menilai investasi pada pendidikan perlu dibarengi dengan penguatan pola pikir, keterampilan praktis, kemampuan beradaptasi, kepemimpinan, serta kepercayaan diri generasi muda.
"Di SCG, kami percaya bahwa kekuatan terbesar suatu bangsa terletak pada sumber daya manusianya. Mempersiapkan generasi muda untuk masa depan tidak lagi hanya tentang memberikan akses terhadap pendidikan, tetapi juga membangun pola pikir, kemampuan, dan kepercayaan diri agar mereka mampu memimpin, berinovasi, dan berkontribusi kepada masyarakat," ujar perwakilan SCG.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sejak 2012, SCG Sharing the Dream dikembangkan tidak hanya sebagai program pemberian beasiswa, tetapi juga sebagai platform pengembangan generasi muda dalam jangka panjang. Program tersebut dilengkapi berbagai pelatihan kompetensi serta kegiatan yang mendorong penerima beasiswa menerapkan pengetahuan mereka untuk menjawab persoalan nyata di lingkungan masing-masing.
Sejak 2024, SCG juga memberikan kuota khusus bagi anak pekerja bangunan dan anak penyandang disabilitas. Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen untuk memperluas kesempatan pendidikan bagi kelompok yang membutuhkan dukungan lebih besar.
Mengusung tema yang menekankan pentingnya kesiapan generasi muda menghadapi masa depan, SCG Sharing the Dream 2026 mendorong peserta mengembangkan kemampuan kepemimpinan, adaptasi, dan keterampilan praktis. Pengembangan tersebut dilakukan melalui program peningkatan kapasitas, pembelajaran berbasis pengalaman, serta Community Project yang mengajak peserta terlibat langsung dalam menyelesaikan persoalan di komunitas.
Sebaiknya Anda baca juga:
SCG Sharing the Dream juga menjadi bagian dari komitmen SCG di kawasan ASEAN dalam mengembangkan generasi muda. Program tersebut telah memberikan puluhan ribu beasiswa kepada pelajar di berbagai negara ASEAN dan dilengkapi pengalaman pembelajaran lintas negara untuk memperluas perspektif peserta.
Melalui berbagai kegiatan regional, peserta berkesempatan berinteraksi dengan generasi muda dari negara ASEAN lainnya, bertukar gagasan, serta mempelajari kepemimpinan dan penerapan prinsip keberlanjutan. Pengalaman tersebut diharapkan membantu peserta memahami tantangan kawasan sekaligus mendorong mereka menghasilkan kontribusi positif di komunitas masing-masing.
Salah satu contoh penerapan Community Project datang dari Lulita, penerima beasiswa SCG Sharing the Dream yang mengembangkan proyek di Ciwidey, Jawa Barat. Berangkat dari persoalan yang ditemukan di lingkungan sekitar, Lulita bekerja sama dengan komunitas pariwisata lokal untuk memberdayakan masyarakat melalui pengembangan keterampilan ekowisata.
Inisiatif tersebut diarahkan untuk membuka peluang ekonomi sekaligus merespons sejumlah persoalan lokal, seperti terbatasnya kesempatan ekonomi, pernikahan dini, dan akses terhadap pendidikan. Pengalaman itu menunjukkan bagaimana program beasiswa dapat berkembang menjadi ruang bagi anak muda untuk mengubah kepedulian terhadap lingkungan sekitar menjadi aksi nyata.
"Community Project menjadi ruang bagi saya untuk mengubah kepedulian menjadi aksi nyata. Program ini mengajarkan saya bahwa kepemimpinan bukan hanya tentang pengetahuan, tetapi juga tentang kemampuan berpikir kritis, beradaptasi, dan memahami kebutuhan nyata masyarakat," kata Lulita.
Ia menilai pengalaman tersebut turut meningkatkan kepercayaan dirinya untuk berkontribusi di tengah masyarakat. Lulita berharap semakin banyak anak muda menyadari bahwa perubahan positif dapat dimulai dari tindakan sederhana yang dilakukan secara konsisten di lingkungan masing-masing.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!