Laut Makin Panas, Ancaman Baru Mengintai Manusia hingga Kesehatan Mental Anak
📅 Rabu, 12 Agu 2026, 06:01 WIB | Oleh: Tim PenulisCanberra – Gelombang panas laut (marine heatwaves) semakin menjadi ancaman bagi kesehatan manusia. Dampaknya kini tidak hanya terlihat dari kematian terumbu karang dan penurunan hasil perikanan, tetapi juga mulai berpengaruh terhadap kesehatan fisik, ketahanan pangan, serta kesehatan mental masyarakat pesisir.
Pernyataan Universitas Adelaide yang dirilis Selasa (11/8) menyebutkan tim peneliti dari Universitas Adelaide, Australia, dan Universitas Hong Kong, China, menyerukan agar gelombang panas laut diakui sebagai salah satu persoalan kesehatan masyarakat yang semakin serius.
Seruan tersebut muncul karena dampak fenomena itu terhadap manusia selama ini dinilai masih kurang mendapat perhatian, meskipun semakin banyak bukti menunjukkan konsekuensinya yang luas.
Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Sustainability tersebut menguraikan bahwa periode berkepanjangan dengan suhu laut yang sangat tinggi dapat memicu berbagai dampak terhadap kehidupan manusia, mulai dari memperparah cuaca ekstrem, mengganggu pasokan makanan laut, hingga meningkatkan tekanan kesehatan mental di komunitas pesisir.
Para peneliti menyebut gelombang panas laut semakin sering terjadi, berlangsung lebih lama, dan memiliki intensitas lebih tinggi seiring dengan pemanasan iklim.
Fenomena tersebut sebelumnya telah dikaitkan dengan kematian massal biota laut, pemutihan terumbu karang, pertumbuhan alga berbahaya, serta gangguan terhadap sektor perikanan dan akuakultur.
Penulis utama studi dari Universitas Adelaide, Laura Falkenberg, mengatakan dampak gelombang panas laut terhadap manusia selama ini mendapat perhatian jauh lebih sedikit dibandingkan dampaknya terhadap ekosistem laut.
Suhu laut yang ekstrem dapat berkontribusi terhadap terbentuknya sistem cuaca yang lebih intens sehingga meningkatkan risiko badai dan banjir. Sementara itu, pertumbuhan alga berbahaya dapat mencemari makanan laut dan menimbulkan risiko kesehatan bagi manusia.
Penurunan stok ikan dan produksi makanan laut juga berpotensi mengancam ketahanan pangan miliaran orang yang bergantung pada sumber daya laut.
Selain dampak fisik dan ekonomi, penelitian tersebut menyoroti konsekuensi psikologis bagi masyarakat pesisir. Kecemasan, kesedihan, dan berbagai gangguan kesehatan mental dapat muncul ketika mata pencaharian serta identitas budaya masyarakat sangat bergantung pada kondisi laut.
Anak dan Remaja MakinRentan
Ancaman kesehatan akibat kenaikan suhu juga menjadi perhatian dalam penelitian lain yang menyoroti kesehatan mental anak dan remaja.
Tinjauan yang dipimpin peneliti Australia dan diterbitkan dalam International Journal of Epidemiology menemukan adanya hubungan antara kenaikan suhu, gelombang panas, dan memburuknya kesehatan mental pada kelompok usia lima hingga 18 tahun.
Berdasarkan analisis terhadap 23 studi global, risiko dampak buruk terhadap kesehatan mental meningkat hampir 1 persen pada anak-anak untuk setiap kenaikan suhu harian sebesar 1 derajat Celsius.
Selama gelombang panas, risiko tersebut meningkat hingga 25 persen, sementara paparan suhu tinggi secara umum dikaitkan dengan peningkatan risiko sebesar 1,5 persen.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!