BPBD: Tangsel Alami Krisis Air Bersih
📅 Rabu, 12 Agu 2026, 08:16 WIB | Oleh: Ilham SudrajatTANGERANG - Krisis air bersih di Kota Tangerang Selatan kini berdampak pada 478 guru dan murid SDN Kademangan 02. Kekeringan juga telah meluas hingga 13 titik berdasarkan permintaan bantuan yang diterima BPBD.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang Selatan mencatat 1.674 jiwa terdampak kekeringan. Data tersebut berasal dari 317 Kepala Keluarga (KK) yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
Sekretaris BPBD Kota Tangerang Selatan, Essa Nugraha, menyampaikan perkembangan tersebut pada Selasa (11/8). BPBD mencatat permintaan bantuan kekeringan sejak 8 Juli hingga 10 Agustus 2026.
"Salah satu lokasi tambahan yang mengalami krisis air bersih berada di SDN Kademangan 02. Sebanyak 478 guru dan murid di sekolah tersebut turut terdampak kondisi kekeringan," ujar Essa Nugraha.
BPBD Kota Tangerang Selatan mendistribusikan air bersih setiap hari kepada masyarakat terdampak kekeringan. Volume distribusi harian tersebut mencapai puluhan ribu liter untuk memenuhi kebutuhan warga.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Rata-rata per harinya kita distribusi ke masyarakat 20 ribu sampai 30 ribu liter per harinya," kata Essa.
Selama periode pendataan, BPBD telah menyalurkan 281.150 liter air bersih kepada masyarakat terdampak. Pemerintah Kota Tangerang Selatan juga menyiapkan tempat penampungan air di sejumlah lokasi kekeringan.
"Hingga saat ini, tercatat 317 KK (Kepala Keluarga, Red) atau 1.674 jiwa terdampak kekeringan. Selain mendistribusikan air melalui tangki, Pemkot Tangsel juga menyiapkan tempat penampungan air di lokasi terdampak," ucap dia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang mendistribusikan 135 toren kepada sejumlah titik kekeringan di wilayah tersebut. Setiap toren memiliki kapasitas sekitar 2.000 liter untuk menampung bantuan air bersih.
Ketua RW 02 Kampung Koceak, Keranggan, Kota Tangerang Selatan, Nasrullah, menyebut tiga RT terdampak kekeringan. Ketiga wilayah tersebut mencakup RT 04, RT 05, dan RT 06 di lingkungan setempat.
"Wilayah saya semuanya terdampak kekeringan. Karena setiap RT ada memang warga per-KK itu ada yang kekeringan," ujar Nasrullah.
Nasrullah mengatakan jumlah warga yang mengalami kesulitan air terus bertambah dibandingkan kondisi sebelumnya. Bantuan pemerintah kini dikirim setiap hari dan ditampung menggunakan toren yang tersedia.
"Alhamdulillah dibantu dari pertama kami berkoordinasi dengan kelurahan, beserta BPBD yang menangani ini, semua terkirim, terbantu, sehingga yang tadinya dua hari sekali, sekarang setiap hari sekali," kata dia.
Nasrullah menilai distribusi tangki air hanya menjadi solusi sementara bagi kebutuhan masyarakat terdampak kekeringan. Warga berharap pemerintah membangun sumur bor dan jaringan pipanisasi sebagai fasilitas air bersih permanen.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!