Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

PLN Sebut Konsumsi Energi Data Center Sebesar 2.378 GWh

📅 Minggu, 27 Sep 2026, 08:52 WIB | Oleh: Tim Penulis
PLN Sebut Konsumsi Energi Data Center Sebesar 2.378 GWh Doc: PLN
Ket. Ilustrasi - Fasilitas data center CGK1 Digital Edge Indonesia di Cikarang, Jawa Barat.

JAKARTA - PT PLN (Persero) menyebut konsumsi energi 159 pelanggan pusat data (data center) yang dilayani oleh PLN mencapai 2.378 gigawatt hour (GWh).

“Meningkatnya kebutuhan listrik dalam ekosistem data center menunjukkan semakin pentingnya infrastruktur energi bagi pertumbuhan ekonomi digital,” kata Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo dalam keterangannya dari Jakarta, Sabtu.

Ia mengatakan pertumbuhan data center membutuhkan dukungan kelistrikan dengan karakteristik yang semakin spesifik, terutama dari sisi kapasitas, keandalan, kualitas daya, hingga pemanfaatan energi bersih.

Kondisi tersebut mendorong PLN untuk menyiapkan infrastruktur dan layanan yang selaras dengan kebutuhan serta rencana pengembangan pelanggan.

Darmawan menyampaikan PLN akan terus memperkuat infrastruktur ketenagalistrikan untuk mendukung pertumbuhan sektor pusat data di Indonesia, seiring dengan pesatnya perkembangan akal imitasi (AI) dan transformasi digital.

“PLN ingin pengembangan infrastruktur ketenagalistrikan dapat berjalan seiring dengan perkembangan sektor digital, dengan perencanaan yang dilakukan lebih awal agar kebutuhan energi dapat diantisipasi dan investasi dapat berkembang secara berkelanjutan,” ujar Darmawan.

Sementara itu, Executive Vice President Penjualan dan Pelayanan Pelanggan Enterprise PLN Dini Sulistyawati menyampaikan bahwa PLN saat ini melayani 159 pelanggan data center dengan total kapasitas tersambung 2.038 megavolt ampere (MVA).

Sekitar 99 persen kapasitas tersebut masih terkonsentrasi di sistem kelistrikan Jawa-Madura-Bali, dengan Jawa Barat menjadi salah satu klaster data center terbesar.

Namun, pengembangan data center mulai merambah ke luar wilayah tersebut, termasuk Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi.

Seiring perluasan tersebut, kebutuhan pasokan listrik dari sektor teknologi diperkirakan terus meningkat, sehingga diperlukan perencanaan infrastruktur ketenagalistrikan yang selaras dengan karakteristik kebutuhan di masing-masing wilayah.

Saat ini, pelanggan data center tersebut mencatat konsumsi energi sebesar 2.378 gigawatt hour (GWh).

“Kami percaya ini baru permulaan. Kecerdasan buatan, cloud computing, layanan digital, serta pertumbuhan ekonomi digital Indonesia akan terus menciptakan kebutuhan listrik baru dalam skala yang sangat signifikan,” ujar Dini.

Lebih jauh, ia menambahkan bahwa tantangan terbesar PLN adalah menjaga keseimbangan antara akselerasi kapasitas pasokan dengan keandalan, keterjangkauan harga, serta stabilitas sistem dalam jangka panjang.

Pengembangan pembangkit dan jaringan perlu direncanakan secara terintegrasi dan dilakukan sejak awal agar dapat mengantisipasi pertumbuhan kebutuhan data center.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
Kabut Asap Sampai Jakarta, Bandara Soetta Batalkan Dua Penerbangan

Kabut Asap Sampai Jakarta, Bandara Soetta Batalkan Dua Penerbangan

17 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.