Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Plt Kadis Pangan Sulsel Sebut Harga Cabai Terus Naik akibat El Nino

📅 Minggu, 27 Sep 2026, 09:11 WIB | Oleh: Tim Penulis
Plt Kadis Pangan Sulsel Sebut Harga Cabai Terus Naik akibat El Nino Doc: ANTARA 
Ket. Arsip - Pedagang cabai melayani pembeli di Pasar Terong Makassar, Sulawesi Selatan.

MAKASSAR – Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan Sulsel, Muhammad Ilyas, menyebut fenomena El Nino yang mengakibatkan kekeringan panjang turut berdampak terhadap harga cabai yang harganya terus meroket.

Dia menjelaskan kekeringan yang terjadi mengakibatkan produksi berkurang dan berujung pada harga cabai terua naik, dari harga normal sekitar Rp50 ribu hingga Rp85 ribu per kilogram.

"Biasanya cuma Rp50 ribu, sekarang sudah Rp85 ribu. Kenaikan harga dipengaruhi kondisi di tingkat petani. Harga cabai dari petani saat ini berada di kisaran Rp65 ribu-Rp70 ribu per kilogram," ujar Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan Sulsel Muhammad Ilyas di Makassar, Sabtu (26/9).

Dia mengatakan kenaikan harga cabai menjadi perhatian pemerintah setelah mendapat arahan Gubernur Sulsel untuk segera melakukan pemantauan dan intervensi pasar.

Terkait kenaikan sejumlah harga pangan, khususnya cabai, sebelumnya, telah dilakukan operasi pasar bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sulawesi Selatan dan sejumlah instansi terkait di Pasar Terong dan Pasar Pa’baeng-baeng, Makassar.

Pemantauan TPID menemukan harga cabai rawit mengalami kenaikan cukup signifikan. Jika sebelumnya berada di kisaran Rp50 ribu per kilogram, kini harganya mencapai sekitar Rp70 ribu hingga Rp85 ribu per kilogram.

TPID juga akan memantau distribusi cabai dari Sulsel ke daerah lain. Hal ini untuk memastikan kebutuhan masyarakat Sulsel tetap terpenuhi.

"Kami siap bersinergi dengan pemerintah daerah untuk melakukan langkah stabilisasi, termasuk melalui Gerakan Pangan Murah dan kerja sama antardaerah," kata Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulsel, Firman Hidayat.

TPID bersama instansi terkait selanjutnya akan membahas sejumlah opsi intervensi, termasuk Gerakan Pangan Murah, penguatan kerja sama antardaerah, pemantauan distribusi, hingga kemungkinan dukungan biaya transportasi bagi pengecer.

Langkah tersebut diharapkan dapat menjaga ketersediaan pasokan sekaligus menekan kenaikan harga pangan dan menjaga daya beli masyarakat di Sulawesi Selatan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Advertisement
Kabut Asap Sampai Jakarta, Bandara Soetta Batalkan Dua Penerbangan

Kabut Asap Sampai Jakarta, Bandara Soetta Batalkan Dua Penerbangan

17 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.