Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bapanas: Sebanyak 5.597 Gerakan Pangan Murah Dilakukan guna Tekan Inflasi

📅 Rabu, 08 Jul 2026, 07:38 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bapanas: Sebanyak 5.597 Gerakan Pangan Murah Dilakukan guna Tekan Inflasi Doc: ANTARA
Ket. Komoditas beras SPHP dan minyak goreng yang dijual dalam Gerakan Pangan Murah (GPM).

JAKARTA – Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyebut sebanyak 5.597 gerakan pangan murah (GPM) telah digelar di berbagai daerah sebagai upaya menjaga stabilitas harga, menekan inflasi, dan memperkuat daya beli masyarakat.

"Selama Januari sampai Juni tahun 2026 telah terlaksana GPM sebanyak 5.597 kali di 37 provinsi dan 378 kabupaten/kota," kata Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam keterangan terkonfirmasi di Jakarta, Rabu (08/7).

Bapanas menyatakan tiga provinsi dengan GPM terbanyak antara lain Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jawa Timur. Namun untuk Provinsi Papua Pegunungan, belum pernah mengadakan GPM di wilayahnya.

Langkah masif itu dirancang untuk memastikan kebutuhan pokok seperti beras, telur, minyak goreng, gula, bawang, dan komoditas pangan strategis lainnya dapat tersedia dengan harga lebih terjangkau.

Keberhasilan GPM di berbagai wilayah tidak terlepas dari komitmen kuat pemerintah daerah termasuk peran BUMN pangan seperti Perum Bulog dan ID FOOD sebagai pilar penyedia stok bahan pokok berskala besar yang didukung keterlibatan unsur TNI, Polri, pelaku usaha swasta hingga asosiasi.

Amran menegaskan dengan kondisi ketersediaan pangan yang didominasi pasokan dari petani dan peternak pangan dalam negeri, Indonesia tidak terlalu bergantung terhadap negara lain.

Inflasi pangan pun dapat lebih terkendali agar tidak berfluktuasi terlalu tinggi, namun masih berada di ambang kewajaran harga mulai hulu sampai hilir.

"Tidak terhenti sampai Indonesia menjadi negara Indonesia emas, negara super power, sejajar dengan negara-negara di daya lainnya. Itu mimpi besar kita dan insya Allah itu akan menjadi kenyataan ke depannya," beber Amran.

Adapun Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat iflasi pangan secara tahunan sampai Juni 2026 menurun 0,66 persen dari 6,24 persen di Mei 2026 menjadi 5,58 persen di Juni 2026. Indeks tersebut semakin mendekati target inflasi pangan tahunan yang dipatok pemerintah di rentang 3 sampai 5 persen.

Untuk inflasi pangan secara bulanan juga menurun 0,08 persen dari 0,22 persen pada Mei 2026 menjadi 0,14 persen pada Juni 2026. Komoditas pangan yang memberikan andil antara lain bawang merah, bawang putih, dan beras.

Ada pula komoditas cabai merah, daging ayam ras, dan cabai rawit yang memberikan andil terhadap inflasi pangan secara tahunan.

"Komponen harga bergejolak mengalami inflasi (secara bulanan) sebesar 0,14 persen. Komponen ini memberikan andil inflasi sebesar 0,02 persen, sedangkan komoditas yang dominan memberikan andil inflasi yaitu bawang merah, bawang putih dan juga beras," kata Deputi bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, di Jakarta pada Rabu (1/7).

Komponen harga bergejolak mengalami inflasi tahunan sebesar 5,58 persen dengan andil inflasi sebesar 0,66 persen yang dominan memberikan andil inflasi terutama beras, cabai merah, daging ayam ras, cabai rawit dan juga bawang merah.

Di samping itu, inflasi pangan secara tahun kalender (year-to-date/ytd) berhasil distabilkan secara signifikan. Pada Januari-Juni 2026 tingkat inflasi pangan ytd berada di 1,61 persen yang menurun 0,54 persen dibandingkan inflasi pangan ytd sampai Juni 2025 yang kala itu tercatat berada di 2,15 persen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Rumah Adat Wisata Sade Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus pada Pemulihan Korban
    Preview komentar:
    Wa Call Center perihal kendala tarik tunai Bank ...
    Wa Call Center perihal kendala tarik tunai Bank ...
  • Status Siaga Kekeringan Meteorologis untuk Seluruh Wilayah Jateng
    Preview komentar:
    Wa Call Center layanan blokir kartu ATM Bank ...
    Wa Call Center layanan Blokir kartu ATM Bank ...
  • Kebakaran di Taman Nasional Way Kambas Berhasil Dipadamkan, Polda Lampung: Tim Pastikan Tak Ada Titik Api Lain
    Preview komentar:
    Wa Call Center layanan buka blokir Ollin by ...
    Wa Call Center layanan buka blokir Ollin by ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2

Paus Sampaikan Solidaritas untuk Korban Gempa NTT

46 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Paus Sampaikan Solidaritas ...
Ekonomi
BI: Transaksi QRIS Bebas Bi...
Daerah
Tim SAR Gabungan Temukan Se...
Olahraga
De Zerbi Minta Maaf atas Ke...
NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.