Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dinkes Kudus Teliti Kandungan Gula Minuman Kekinian, Edukasi Bahaya Konsumsi Berlebih.

📅 Rabu, 05 Agu 2026, 10:35 WIB | Oleh:
Dinkes Kudus Teliti Kandungan Gula Minuman Kekinian, Edukasi Bahaya Konsumsi Berlebih. Doc: Antara Foto
Ket. Salah satu kios penjual es teh di tepi jalan di Jalan Pedawang, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.

Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, Jawa Tengah segera melakukan uji sampel kandungan gula pada minuman kemasan cepat saji yang dijajakan di sejumlah kedai di tepi jalan, sebagai upaya edukasi kepada masyarakat untuk mencegah konsumsi gula berlebih.

"Karena dengan mengonsumsi gula secara berlebihan bisa memicu berbagai penyakit tidak menular (PTM)," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus Abdul Hakam di Kudus, Rabu.

Ia menyebut sejumlah PTM, di antaranya ada ancaman serangan penyakit diabetes melitus, obesitas, penyakit jantung, gigi berlubang, serta perlemakan hati.

Dalam waktu dekat, pihaknya akan menugaskan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kudus untuk melakukan uji sampel pengujian kandungan gula dalam setiap kemasan minuman cepat saji yang dijajakan di tepi-tepi jalan di Kabupaten Kudus.

Ia menargetkan pelaksanaan pengujian kandungan gula pada minuman kemasan cepat saji di tepi jalan bisa dilakukan mulai pertengahan Agustus atau awal September 2026.

Minuman yang menjadi sasaran, antara lain teh, es dawet, hingga aneka minuman kopi atau coffee street yang saat ini banyak dijajakan pada malam hari.

Dinkes Kudus juga berencana menggandeng perusahaan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan untuk memberikan label pada kemasan minuman terkait kandungan gula. Label tersebut diharapkan dapat memberikan informasi kepada masyarakat mengenai kategori kandungan gula, mulai dari rendah, sedang, hingga tinggi.

"Keinginan kami nanti ada semacam penanda sehingga masyarakat bisa mengetahui apakah kandungan gulanya tinggi, sedang, atau rendah. Dengan begitu masyarakat dapat memilih minuman sesuai kebutuhannya," katanya.

Ia menambahkan pelabelan tersebut akan menjadi langkah promotif dan preventif dalam menekan angka penyakit tidak menular.

Ia menjelaskan upaya pencegahan jauh lebih efektif dibandingkan penanganan penyakit yang membutuhkan biaya kesehatan lebih besar.

Program tersebut juga sejalan dengan kebijakan Kementerian Kesehatan yang telah meluncurkan sistem label gizi Nutri-Level melalui Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/301/2026 untuk pangan siap saji dan minuman menggunakan pemanis.

Sistem ini bertujuan memberikan informasi kepada masyarakat mengenai kandungan gula, garam, dan lemak (GGL) pada produk pangan sehingga dapat membantu konsumen memilih makanan dan minuman yang lebih sehat.

Ia mengingatkan masyarakat untuk membatasi konsumsi gula sesuai kelompok usia demi menjaga kesehatan.

Menurut dia, konsumsi gula bagi masyarakat usia tiga hingga 50 tahun masih dapat ditoleransi sekitar lima sendok teh per hari. Pada kelompok usia di atas 50 tahun maupun anak di bawah tiga tahun, konsumsi gula perlu dibatasi lebih ketat karena lebih rentan terhadap risiko gangguan kesehatan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Pelatih PSS: Banyak Sekali yang Harus Dibenahi

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pelatih PSS: Banyak Sekali ...
Olahraga
Marc Marquez Juara Sprint M...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.