Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

HKI: Investor RI Nggak Kurang, yang Kurang Kepastian! Ini Tuntutan ke Pemerintah

📅 Senin, 03 Agu 2026, 06:10 WIB | Oleh: Tim Redaksi

Berdasarkan hasil pembahasan Rakernas, sejumlah persoalan yang paling sering dihadapi investor meliputi sinkronisasi tata ruang dan pertanahan, proses perizinan yang masih memerlukan koordinasi lintas instansi, kepastian penyediaan listrik dan gas industri, proses persetujuan lingkungan hidup, pembangunan konektivitas menuju pelabuhan, jalan tol, dan jaringan kereta api, hingga efektivitas koordinasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Berbagai hambatan tersebut memperpanjang waktu realisasi investasi, meningkatkan biaya usaha, dan mengurangi daya saing Indonesia dibandingkan negara-negara lain yang juga berlomba menarik investasi.

Pengalaman para anggota HKI sebagai pengelola kawasan sekaligus pelaku industri memberikan perspektif yang lebih utuh terhadap persoalan tersebut. Rekomendasi yang dihasilkan tidak hanya berorientasi pada pengembangan kawasan industri, tetapi juga pada peningkatan produktivitas industri manufaktur, efisiensi rantai pasok, daya saing ekspor, dan kemudahan berusaha secara menyeluruh. Dengan demikian, solusi yang ditawarkan diharapkan mampu mempercepat pertumbuhan industri nasional dari hulu hingga hilir.

“Setiap investasi yang tertunda bukan hanya berarti tertundanya pembangunan pabrik. Yang ikut tertunda adalah lapangan kerja, ekspor, transfer teknologi, pertumbuhan usaha lokal, serta penerimaan negara. Karena itu, persoalan investasi harus dipandang sebagai persoalan strategis nasional yang memerlukan penyelesaian secara terpadu,” tegas Ma’ruf.

HKI mengingatkan bahwa persaingan untuk menarik investasi global kini semakin ketat. Berbagai negara berlomba memangkas waktu perizinan, meningkatkan kepastian regulasi, menyediakan energi yang kompetitif, serta memperkuat dukungan infrastruktur. Dalam situasi tersebut, setiap keterlambatan dalam penyelesaian hambatan investasi berpotensi meningkatkan risiko proyek berpindah ke negara lain.

Karena itu, rekomendasi hasil Rakernas XXV HKI tidak disusun sebagai daftar persoalan maupun sebagai kritik terhadap pemerintah. Seluruh rekomendasi dirancang sebagai paket solusi yang dapat segera ditindaklanjuti, meliputi harmonisasi regulasi, percepatan penyelesaian perizinan, penguatan kepastian tata ruang dan pertanahan, peningkatan keandalan pasokan listrik dan gas industri, penyederhanaan koordinasi lintas kementerian, peningkatan konektivitas kawasan industri, serta penguatan kelembagaan yang mampu mengatasi hambatan investasi secara cepat, terpadu, dan berorientasi pada penyelesaian.

“Kami tidak datang membawa keluhan. Kami datang dengan diagnosis berdasarkan pengalaman di lapangan, sekaligus membawa rekomendasi dan langkah-langkah penyelesaian yang dapat segera dilaksanakan. HKI ingin menjadi mitra strategis pemerintah dalam memastikan investasi yang sudah masuk benar-benar terealisasi dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” ujar Ma’ruf.

Lingkungan hidup

HKI juga menegaskan bahwa percepatan investasi harus berjalan beriringan dengan penguatan tata kelola lingkungan hidup. Kepastian prosedur, konsistensi regulasi, dan koordinasi antarlembaga akan memperkuat perlindungan lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum bagi dunia usaha. Demikian pula, pembangunan infrastruktur konektivitas, penyediaan energi yang andal, serta pengembangan kawasan industri yang berkelanjutan harus menjadi satu kesatuan strategi untuk meningkatkan daya saing Indonesia.

HKI berharap Presiden Prabowo Subianto berkenan menerima secara langsung hasil Rakernas XXV beserta berbagai rekomendasi yang telah disusun. Organisasi ini meyakini bahwa pengalaman praktis para pengelola kawasan industri sekaligus pelaku industri dapat menjadi masukan yang implementatif untuk mempercepat industrialisasi nasional, memperkuat hilirisasi, meningkatkan daya saing ekonomi, serta mengubah komitmen investasi menjadi pertumbuhan ekonomi yang nyata.

“Rakernas ini tidak boleh berhenti menjadi forum organisasi. Hasilnya harus menjadi kontribusi nyata bagi negara. Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi tujuan investasi dunia. Yang dibutuhkan sekarang adalah keberanian bersama untuk menuntaskan berbagai bottleneck agar peluang tersebut benar-benar terwujud menjadi pabrik yang beroperasi, tenaga kerja yang terserap, ekspor yang meningkat, dan kesejahteraan masyarakat,” tutup Akhmad Ma’ruf.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Asian Games: Tim Voli Putra...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.