Efek Rumah Kaca Rilis Lagu Soundtrack Film 'Laut Bercerita'
📅 Sabtu, 01 Agu 2026, 08:00 WIB | Oleh: Tim PenulisJAKARTA - Grup musik Efek Rumah Kaca merilis lagu "Matilah Kau Mati", yang akan mengisi lajur suara (soundtrack) film "Laut Bercerita", di berbagai platform digital pada Jumat.
Vokalis Efek Rumah Kaca, Cholil Mahmud, mengatakan lagu tersebut dirancang untuk memperluas semangat dari kata-kata tokoh Laut dalam film adaptasi novel berjudul sama karya Leila S. Chudori yang diproduksi Pal8 Pictures.
"Lagu 'Matilah Kau Mati' ingin menggandakan semangat yang sudah ada di dalam film dan novelnya," kata Cholil dikutip dari siaran pers Pal8 Pictures di Jakarta, Jumat.
Cholil terlibat dalam produksi lagu tersebut setelah Leila menawarkan sendiri puisinya yang berjudul “Di Hari Kematianku” di dalam novel "Laut Bercerita" untuk dibuatkan lagu.
Dalam larik puisi tersebut, terdapat karya penyair Sutardji Calzoum Bachri, yaitu: “Matilah Kau Mati/Kau Akan Lahir Berkali-kali” yang diucapkan tokoh Laut berkali-kali di dalam novelnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Cholil mengatakan Leila ingin nama Sutardji harus ada di dalam deretan pencipta lirik lagu tersebut.
Ia menambahkan, larik "Matilah Kau Mati" merupakan salah satu kalimat ikonis dari semesta "Laut Bercerita", yang juga banyak dikutip oleh pembaca dan para penikmat film pendeknya.
Sehingga di saat mengutak-atik lirik lagu, baik Cholil maupun Leila sepakat agar judul “Di Hari Kematianku” diganti dengan “Matilah Kau Mati".
Sebaiknya Anda baca juga:
Cholil mengatakan Leila berpandangan bahwa "Matilah Kau Mati" mempunyai makna yang lebih jelas tentang keberanian yang bertumbuh meskipun satu dibungkam atau dipaksa agar takut berbicara.
"Kita yang dibungkam, orang lain akan bicara. Orang lain dibungkam, akan ada lagi yang berbicara. Keberanian itu tidak akan pernah mati. Mungkin saat ini kita merasa keberanian itu dibungkam, dikubur, tapi akan lahir berkali-kali. Keberanian itu akan lahir di mana saja," kata dia.
Lagu yang diproduseri oleh Angan Senja, anak Cholil itu, diaransemen dengan menggabungkan gitar akustik dan piano elektrik dengan sentuhan musik elektronik.
Produser musik Angan Senja yang ingin menggunakan moniker Knogg dalam penggarapan lagu itu mengatakan unsur instrumen synthesizer menjadi karakter utama dalam lagu tersebut.
"Instrumen yang ingin saya tonjolkan adalah suara synth yang tajam, yang terdistorsi, itu ada di bagian chorus (reff) lagunya. Selain itu, saya menaruh instrumen 'snare' di bagian akhir,” kata Knogg.
Lagu tersebut direkam dengan Angan Senja memainkan sebagian besar instrumen, dibantu Poppie Airil pada bas, sebelum melalui proses pencampuran ("mixing") di qobbie space dan di akhir "mastering" oleh Rhesa Aditya di Earspace Studio.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!