Groundbreaking PSEL Legok Nangka Resmi Dimulai, PII Dukung Percepatan Infrastruktur Waste to Energy di Jawa Barat
📅 Kamis, 30 Jul 2026, 16:49 WIB | Oleh: Mohammad Zaki AlatasGroundbreaking PSEL Legok Nangka Resmi Dimulai, PII Dukung Percepatan Infrastruktur Waste to Energy di Jawa Barat
BANDUNG - PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero)/PT PII menghadiri kegiatan Groundbreaking Proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Regional Legok Nangka di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pada Rabu (29/7). Acara tersebut dipimpin oleh Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral RI, Yuliot Tanjung, bersama Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, serta dirangkaikan dengan
penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Pengembangan Waste-to-Energy di Jawa Barat.
Groundbreaking ini menjadi tonggak penting dimulainya pembangunan salah satu proyek strategis nasional di sektor persampahan yang memanfaatkan teknologi waste-to-energy untuk mengolah sampah menjadi energi listrik. Sebelumnya, PT PII telah memberikan penjaminan pemerintah terhadap proyek Kerjasama Pemerintah Badan Usaha (KPBU) TPPAS Regional Legok Nangka melalui penandatanganan Perjanjian Penjaminan dengan Badan Usaha Pelaksana PT Jabar Environmental Solutions (JES) dan Perjanjian Regres dengan Penanggung Jawab Proyek Kerja Sama (PJPK) Pemerintah Provinsi Jawa Barat pada April 2026.
Dalam sambutannya, Wakil Menteri ESDM RI Yuliot Tanjung mengapresiasi terobosan Pemda Provinsi Jabar beserta seluruh pihak yang terlibat. Menurutnya, proyek ini akan memberikan multiplier effect (efek ganda) yang luas, mulai dari penyediaan energi bersih, penciptaan lapangan kerja, peningkatan ekonomi daerah, hingga penurunan emisi.
"Proyek ini diharapkan menjadi percontohan nasional untuk pengembangan waste-to-energy di Indonesia, sekaligus menjadi fondasi percepatan implementasi proyek serupa melalui kolaborasi yang solid," ungkap Yuliot dalam keterangan tertulisnya, Kamis (30/7).
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), menegaskan bahwa pembangunan PSEL Legok Nangka adalah wujud nyata komitmen Pemda Provinsi Jawa Barat untuk menuntaskan permasalahan sampah, khususnya di wilayah aglomerasi Bandung Raya dan sekitarnya.
"PSEL Legok Nangka merupakan komitmen Pemda Provinsi Jabar dalam menghadirkan sistem pengelolaan sampah yang lebih baik. Kami ingin menjadikan persoalan sampah bukan lagi sebagai beban, tetapi sebagai sumber daya yang dapat memberikan nilai tambah melalui energi bersih, sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan hidup masyarakat Jawa Barat," tegasnya.
TPPAS Regional Legok Nangka dirancang dengan kapasitas pengolahan sekira 2.131 ton sampah per hari. Fasilitas ini akan melayani enam wilayah di Jawa Barat, yakni Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Garut, dan Kabupaten Sumedang.
Sebaiknya Anda baca juga:
Melalui pemanfaatan teknologi waste-to-energy, proyek strategis ini tidak hanya akan mengurangi volume sampah secara signifikan, tetapi juga memproduksi energi listrik ramah lingkungan yang akan berkontribusi pada bauran energi nasional.
Keberhasilan dimulainya konstruksi PSEL Legok Nangka juga tidak lepas dari kolaborasi kuat antara pemerintah dan badan usaha, termasuk dukungan penjaminan investasi dari PT PII, yang merupakan Special Mission Vehicle Kementerian Keuangan RI.
Plt. Direktur Utama PT PII, Andre Permana, menyampaikan bahwa dimulainya konstruksi proyek merupakan hasil kolaborasi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, badan usaha, serta berbagai pemangku kepentingan.
“Groundbreaking PSEL Legok Nangka merupakan milestone penting dalam pengembangan infrastrukturpersampahan berbasis KPBU di Indonesia. Sebagai Special Mission Vehicle Kementerian Keuangan, PT PII berkomitmen mendukung keberhasilan proyek melalui penjaminan pemerintah yang meningkatkan kepastian investasi, memperkuat kepercayaan lembaga pembiayaan, dan mendorong partisipasi swasta dalam penyediaan infrastruktur publik. Kami berharap proyek ini menjadi model pengembangan infrastruktur hijau yang mampu memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan secara berkelanjutan”, pungkas Andre.
Ia menambahkan bahwa penjaminan pemerintah yang diberikan PT PII tidak hanya meningkatkan kelayakan pembiayaan proyek (bankability), tetapi juga memberikan kepastian atas alokasi risiko sesuai prinsip KPBU sehingga proyek dapat berjalan secara berkelanjutan hingga tahap operasi.
Melalui sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, PT PII, badan usaha pelaksana serta seluruh pemangku kepentingan, PSEL TPPAS Regional Legok Nangka diharapkan dapat menjadi model pengembangan infrastruktur persampahan modern yang mampu mendukung pengurangan emisi, memperkuat ketahanan energi, serta meningkatkan kualitas lingkungan hidup bagi masyarakat.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!