Perkuat Ekonomi Pesisir, KKP Siapkan 200 Kampung Nelayan Merah Putih di Papua
📅 Rabu, 29 Jul 2026, 15:12 WIB | Oleh: SriyonoDidit menekankan industrialisasi perikanan harus tetap menjaga keseimbangan antara pemanfaatan ekonomi dan kelestarian sumber daya laut.
Pengendalian perikanan tangkap dilakukan melalui pengaturan kuota, modernisasi kapal, ketertelusuran hasil tangkapan, pembenahan rantai dingin, serta pengawasan terhadap jenis dan jumlah komoditas yang ditangkap.
“Perikanan tangkap tidak mengambil habis-habisan dari laut kita. Makanya kami membuat modernisasi kapal perikanan sehingga kita tahu komoditas apa saja yang ditangkap dan jumlahnya bisa diatur,” ungkap dia.
KKP turut menyiapkan pengembangan budi daya tematik di sekitar 40.000 titik hingga 2029 untuk menyeimbangkan produksi dari perikanan tangkap dengan perikanan budi daya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut Didit, peningkatan budi daya dapat mengurangi tekanan terhadap stok ikan di laut sekaligus menciptakan sumber pendapatan baru bagi masyarakat pesisir.
Ia menambahkan pengembangan ekonomi biru harus berkelanjutan, layak dilaksanakan, dapat diterima masyarakat, serta menghasilkan manfaat ekonomi yang dinikmati langsung oleh nelayan dan warga pesisir.
Pada 2026, KKP menargetkan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di 1.000 lokasi dengan prioritas awal antara lain pada lima provinsi di Pulau Papua. Penetapan lokasi didahului survei terhadap kesiapan lahan, kondisi sosial ekonomi, kegiatan perikanan, infrastruktur pendukung, dan komitmen pemerintah daerah.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!