Kesehatan Pencernaan Jadi Fondasi Penting Tumbuh Kembang Anak
📅 Rabu, 29 Jul 2026, 18:45 WIB | Oleh: Haryo BronoJAKARTA – PT Kalbe Farma Tbk melalui brand Liprolac memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2026 dengan mengangkat tema "Hadir di Setiap Momen Tumbuhnya". Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan pencernaan sebagai salah satu fondasi tumbuh kembang anak.
Kesehatan saluran cerna dinilai memiliki keterkaitan dengan proses penyerapan nutrisi dan sistem kekebalan tubuh. Karena itu, perhatian terhadap kesehatan pencernaan anak dinilai perlu dilakukan sejak dini melalui pola makan bergizi, kebiasaan hidup sehat, serta pendampingan orang tua.
Group Marketing Head PT Kalbe Farma Tbk, apt. Maria Stefani, S.Farm., M.M., mengatakan momentum Hari Anak Nasional menjadi kesempatan untuk meningkatkan perhatian terhadap kesehatan pencernaan anak.
"Dalam momentum HAN, perhatian terhadap kesehatan pencernaan anak menjadi semakin relevan. Selaras dengan komitmen Kalbe dalam merayakan 60 tahun dedikasinya untuk kesehatan masyarakat Indonesia, kami percaya bahwa tumbuh kembang anak tidak hanya dipengaruhi oleh nutrisi, tetapi juga kesehatan saluran cerna, daya tahan tubuh, dan dukungan orang tua dalam membangun kebiasaan hidup sehat," ujar Maria melalui siaran pers pada hari Rabu (29/7).
Dalam kegiatan tersebut, Kalbe menghadirkan sejumlah aktivitas edukatif dan interaktif yang ditujukan bagi orang tua dan anak. Kegiatan antara lain berupa health talk bersama dokter spesialis anak, sesi bersama praktisi pendidikan dasar sekaligus working mom Galih Sulistyaningra yang bertindak sebagai moderator, serta aktivitas probiotic cookies decorating experience dan permainan untuk anak.
Sebaiknya Anda baca juga:
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, orang tua diharapkan memperoleh pemahaman lebih mengenai pentingnya membangun fondasi kesehatan anak sejak dini, termasuk melalui pemenuhan nutrisi yang optimal, menjaga daya tahan tubuh, serta memperhatikan kesehatan saluran cerna.
Gangguan Pencernaan Masih Banyak Dialami Anak
Gangguan saluran cerna masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang dapat dialami anak. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyebutkan angka kejadian konstipasi pada anak dapat mencapai lebih dari 30 persen. Sementara itu, diare juga masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang banyak ditemukan pada anak di Indonesia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dokter Spesialis Anak, dr. Melia Yunita, MSc, Sp.A., mengatakan gangguan pencernaan fungsional juga cukup banyak dialami anak.
"Berdasarkan data, satu dari lima anak mengalami gangguan pencernaan fungsional. Selain itu, Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 menunjukkan diare masih menjadi masalah kesehatan yang cukup sering pada anak Indonesia, sehingga kesehatan saluran cerna perlu dijaga sejak dini untuk pertumbuhan optimal," ujar Melia.
Menurut Melia, kesehatan saluran cerna juga berkaitan erat dengan sistem kekebalan tubuh. Sekitar 70 persen sel imun tubuh disebut berada di saluran cerna, sehingga kondisi kesehatan usus memiliki peran dalam mendukung fungsi pertahanan alami tubuh.
Hubungan antara saluran cerna dan sistem imun dikenal sebagai gut-immune axis. Keseimbangan mikrobiota di dalam usus menjadi salah satu faktor yang dapat mendukung fungsi sistem pertahanan tubuh.
Karena itu, menjaga kesehatan saluran cerna dinilai perlu menjadi bagian dari kebiasaan sehat yang diterapkan sejak anak-anak. Edukasi yang tepat dan keterlibatan orang tua dapat membantu anak membangun pola hidup yang mendukung kesehatan pencernaan dan daya tahan tubuh.
Probiotik juga dapat menjadi salah satu bagian dari upaya menjaga kesehatan saluran cerna. Namun, pemilihan produk probiotik perlu mempertimbangkan jenis strain yang digunakan dan bukti ilmiah yang mendukung manfaatnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!