Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kementrans Ajak Kadin untuk Kembangkan 154 Kawasan Transmigrasi

📅 Rabu, 29 Jul 2026, 08:17 WIB | Oleh:
Kementrans Ajak Kadin untuk Kembangkan 154 Kawasan Transmigrasi Doc: antara foto
Ket. Wakil Menteri Transmigrasi (Wamentrans) Viva Yoga Mauladi

JAKARTA - Wakil Menteri Transmigrasi (Wamentrans) Viva Yoga Mauladi mengajak Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia berinvestasi mengembangkan 154 kawasan transmigrasi prioritas guna meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan, memperluas ekspor, dan menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Ia mengatakan setiap kawasan transmigrasi memiliki potensi unggulan yang berbeda, sehingga memerlukan dukungan investasi agar mampu berkembang menjadi pusat produksi dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah.

“Perlu ada investasi agar komoditas yang ada tidak stagnan,” kata Viva dalam keterangan resmi diterima di Jakarta, Rabu (29/7).

Dia menyatakan hal tersebut saat menerima Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) serta Sarana dan Prasarana Kadin Indonesia M Azis Syamsuddin di Jakarta.

Ia mencontohkan kawasan transmigrasi di Kabupaten Bungo, Jambi, memiliki potensi kelapa sawit, sedangkan Banyuasin, Sumatera Selatan, memiliki komoditas unggulan padi.

Sedangkan kawasan transmigrasi di Sulawesi Tengah menghasilkan kakao, kopi, pala, dan durian. Selain komoditas perkebunan, kawasan transmigrasi di wilayah pesisir juga memiliki potensi perikanan yang telah berkembang mulai dari skala usaha kecil, menengah, hingga ekspor.

Menurut Viva Yoga, salah satu komoditas unggulan dari kawasan transmigrasi telah diekspor ke China sebanyak 459 ton dengan nilai sekitar Rp42,5 miliar.

Selain itu, Kementerian Transmigrasi (Kementrans) juga memfasilitasi ekspor sekitar 16 ton rajungan senilai Rp14 miliar hingga Rp15 miliar ke Amerika Serikat. Rajungan tersebut berasal dari kawasan transmigrasi di Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, Maluku Utara, dan Papua Barat.

Viva mengatakan investasi diperlukan untuk meningkatkan kapasitas produksi, memperkuat pengolahan hasil, dan memperluas akses pasar komoditas unggulan yang dihasilkan masyarakat transmigrasi.

Menurut dia, Kadin memiliki jaringan usaha hingga tingkat provinsi dan kabupaten/kota yang dapat dimanfaatkan untuk mempertemukan pelaku usaha, investor, pengolah, dan pembeli dengan produsen di kawasan transmigrasi.

“Kementrans telah melakukan sinergi dengan PNM, pengusaha dari China, dan para offtaker. Sekarang Kadin perlu melakukan hal yang sama untuk ikut mengembangkan kawasan transmigrasi,” ujarnya pula.

Wamentrans menjelaskan pelaksanaan program transmigrasi saat ini berbeda dengan masa lalu, karena menggunakan pendekatan bottom up, yakni berdasarkan usulan pemerintah daerah.

“Program transmigrasi dulu ditetapkan oleh pemerintah pusat secara langsung. Saat ini program transmigrasi dilaksanakan secara desentralisasi, bottom up. Ada transmigrasi bila ada permintaan dari daerah yang membutuhkan,” katanya lagi.

Ia menyebut Kementrans telah menerima 61 proposal dari para bupati yang mengusulkan pembentukan kawasan transmigrasi baru. Sejumlah daerah yang telah memiliki kawasan transmigrasi juga mengajukan pengembangan kawasan baru.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Begini Kronologi Lengkap Bentrokan Warga di Jalan Tambak Jakarta Pusat yang Menewaskan Satu Orang
    Preview komentar:
    2 kelompok warga, itu warga mana dg warga ...
  • Kementan Bantu Bibit Kelapa untuk Petani Barito Kuala, Produktivitas Perkebunan Ditingkatkan.
    Preview komentar:
    Di barisan paling depan, Kementerian Pertanian memainkan ...
    Keren
  • Penutupan Perlintasan Liar Kereta di Kediri
    Preview komentar:
    Wah, berarti kalau sehari hari kan lewat perlintasan ...

KPK Tangkap Bupati Pemalang Anom Widiyantoro, OTT Ke-18 di 2026

KPK Tangkap Bupati Pemalang Anom Widiyantoro, OTT Ke-18 di 2026

29 Jul 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.