Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kecamatan Menteng Respons Cepat, Gerobak Pedagang Nasi Uduk yang Rusak Segera Diganti.

📅 Senin, 27 Jul 2026, 12:27 WIB | Oleh:
Kecamatan Menteng Respons Cepat, Gerobak Pedagang Nasi Uduk yang Rusak Segera Diganti. Doc: Antara Foto
Ket. Lokasi penjual nasi uduk di depan Masjid Jami Matraman di Jalan Matraman Dalam, Kelurahan Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (27/7). Gerobak pedagang dilaporkan rusak akibat perselisihan yang terjadi pada Minggu (26/7)

Pemerintah Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat memastikan gerobak pedagang nasi uduk yang rusak akibat perselisihan di Jalan Matraman Dalam akan segera diganti agar pemiliknya dapat kembali berjualan.

Camat Menteng, Nurhelmi Savitri mengatakan saat ini gerobak tersebut masih diamankan kepolisian sebagai barang bukti dalam proses penyelidikan.

"Gerobak pedagang nasi uduk yang dirusak Insya Allah akan segera kami ganti. Karena gerobak tersebut ditarik oleh polisi untuk barang bukti, jadi biar yang bersangkutan bisa dagang lagi," kata Nurhelmi kepada awak media di Jakarta, Senin.

Ia mengatakan penggantian gerobak ditargetkan dilakukan paling lambat pada Selasa pagi, sehingga aktivitas berdagang tidak terganggu terlalu lama.

Nurhelmi menyebut kerusakan akibat bentrokan yang tercatat sejauh ini hanya berupa satu gerobak milik pedagang nasi uduk.

Ia mengungkapkan, koordinasi dengan aparat kepolisian berlangsung cepat sejak laporan bentrokan diterima sehingga penanganan keamanan di lokasi dapat segera dilakukan.

Selain memberikan bantuan kepada pedagang yang terdampak, pihaknya juga akan memperkuat koordinasi dengan berbagai unsur masyarakat guna mencegah kejadian serupa terulang.

"Kami akan mengumpulkan tokoh masyarakat, RT, RW, tokoh pemuda, tokoh agama, Karang Taruna, termasuk pengurus Masjid Jami Matraman untuk berkolaborasi mengimbau warga agar tidak terprovokasi," katanya.

Diketahui, bentrokan terjadi di Jalan Tambak, Kelurahan Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (26/7) sekitar pukul 10.00 WIB.

Berdasarkan penyelidikan sementara kepolisian, peristiwa bermula ketika dua orang yang mengendarai sepeda motor menggeber-geber kendaraannya di depan pedagang nasi uduk di kawasan Matraman.

Setelah ditegur karena menimbulkan kebisingan, keduanya meninggalkan lokasi, namun kemudian kembali bersama sekitar lima rekannya dan diduga merusak gerobak pedagang serta menganiaya warga.

Aksi tersebut memicu perlawanan dari warga sekitar hingga bentrokan meluas ke kawasan Jalan Tambak, yang diduga menjadi tempat tinggal kelompok tersebut.

Kedua belah pihak terlibat aksi saling lempar batu dan benda lainnya hingga mengakibatkan bangunan serta sejumlah kendaraan terbakar.

Polisi yang datang ke lokasi berupaya membubarkan bentrokan, mengevakuasi korban, dan mengamankan sejumlah orang untuk diperiksa.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Olahraga
Mengharap Final Leo/Daniel-...
Advertisement
Hati-hati! Pengguna iPhone 18, Waspada Kaspersky Deteksi Modus Penipuan Situs Palsu Kuras Rekening

Hati-hati! Pengguna iPhone 18, Waspada Kaspersky Deteksi Modus Penipuan Situs Palsu Kuras Rekening

27 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.