Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Perkuat Daya Saing dengan Kebijakan Industri yang Terarah

📅 Jumat, 24 Jul 2026, 01:15 WIB | Oleh: Tim Redaksi

“Artinya sektor jasa yang seharusnya di bawah manufaktur malahan mendominasi, padahal Indonesia dalam pendapatan menengah yang seharusnya industri manufaktur yang nomor 1,” kata Suhartoko.

Oleh karena itu, ia menilai sangat tepat jika ADB membantu pengembangan industri manufaktur. “Namun yang dikembangkan seyogyanya manufaktur yang penyerapan tenaga kerja tinggi,” tegas Suhartoko.

Dorongan untuk memperkuat manufaktur padat karya dinilai penting agar kerja sama dengan ADB tidak hanya meningkatkan nilai tambah, tetapi juga berdampak langsung pada penciptaan lapangan kerja inklusif bagi masyarakat.

Sementara itu, Wakil Ketua Apindo DIY, Tim Apriyanto menilai sektor manufaktur memang menjadi salah satu motor utama dalam menciptakan lapangan kerja yang berkualitas sekaligus meningkatkan nilai tambah ekonomi nasional. Menurutnya, Indonesia memiliki potensi besar untuk memperkuat industri manufaktur karena didukung pasar domestik yang luas, ketersediaan tenaga kerja, serta sumber daya alam yang melimpah.

Namun, Tim mengatakan peningkatan daya saing industri tidak cukup hanya mengandalkan investasi baru. Pemerintah juga perlu memastikan iklim usaha yang kondusif melalui kepastian regulasi, penyederhanaan perizinan, efisiensi biaya logistik, serta ketersediaan energi dan infrastruktur yang memadai.

Kepastian tersebut menjadi faktor penting agar pelaku usaha berani melakukan ekspansi dan membuka lebih banyak lapangan kerja.

Pengembangan kualitas sumber daya manusia juga harus berjalan seiring dengan transformasi industri. Kebutuhan tenaga kerja manufaktur saat ini tidak lagi hanya mengandalkan jumlah pekerja, tetapi juga kompetensi yang sesuai dengan perkembangan teknologi dan proses produksi modern.

Sebab itu, kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan lembaga pendidikan perlu diperkuat agar lulusan memiliki keterampilan yang dibutuhkan industri.

Menurut Tim, dukungan lembaga internasional seperti Asian Development Bank (ADB) akan memberikan dampak positif apabila diarahkan pada peningkatan kapasitas industri nasional dan penguatan ekosistem manufaktur.

Dengan kebijakan yang konsisten serta sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha, sektor manufaktur diyakini mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi sekaligus menciptakan lapangan kerja yang lebih inklusif dan bernilai tambah tinggi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Gerakan Pasar Ikan Murah Akan Digelar Pemprov Kaltim Berkala, Upaya Tekan "Stunting" di Berau

Gerakan Pasar Ikan Murah Akan Digelar Pemprov Kaltim Berkala, Upaya Tekan "Stunting" di Berau

23 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.