Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menbud: Revitalisasi Candi Prambanan Ditargetkan Dongkrak Wisata dan Ekonomi Budaya

📅 Jumat, 24 Jul 2026, 15:55 WIB | Oleh:
Menbud: Revitalisasi Candi Prambanan Ditargetkan Dongkrak Wisata dan Ekonomi Budaya Doc: RRI/Annisa Ramadhannia
Ket. Menteri Kebudayaan Fadli Zon (tengah)

JAKARTA - Revitalisasi Candi Prambanan dinilai mampu meningkatkan kunjungan wisata sekaligus memperkuat ekonomi budaya nasional. Upaya tersebut juga diharapkan menjadikan kawasan candi sebagai living heritage yang tetap hidup melalui aktivitas budaya dan keagamaan.

Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon mengatakan Candi Prambanan berpotensi menjadi tujuan wisata religi bagi umat Hindu dari berbagai negara. Pemerintah optimistis peningkatan kunjungan akan memberi dampak ekonomi bagi masyarakat di sekitar kawasan cagar budaya.

"Kita ingin harapkan dengan revitalisasi restorasi, candi ini menjadi living heritage, ini juga akan mendatangkan semakin banyak pengunjung. Baik itu wisatawan maupun mereka yang berziarah wisata religi," kata dia saat menghadiri Taklimat Media: Pemulangan Artefak Budaya Indonesia, Lobby Kementerian Kebudayaan, Jakarta Selatan, Kamis (23/7).

Ia menyebut konektivitas menjadi tantangan utama dalam meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara ke Candi Prambanan. Pemerintah mendorong penguatan akses transportasi, termasuk penerbangan langsung dari sejumlah negara menuju Yogyakarta.

Ia menjelaskan, jumlah kunjungan ke Candi Prambanan pada 2025 mencapai 2,3 juta wisatawan. Yaitu dengan 10 persen di antaranya merupakan wisatawan mancanegara.

"Selebihnya adalah turis domestik, kita harapkan ke depan ini kalau sudah diperbaiki. Akan ada lonjakan yang jauh lebih besar," ucap dia.

Ia berharap peningkatan kunjungan wisata budaya dapat mendatangkan devisa sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat sekitar kawasan Candi Prambanan. Langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan pelestarian warisan budaya Indonesia untuk generasi mendatang.

Dalam mendongkrak perekonomian wisata, pengelolaan pariwisata Borobudur saat ini sudah menunjukkan perkembangan positif. Demikian disampaikan oleh Deputi Bidang Koordinasi Industri, Ketenagakerjaan, dan Pariwisata Kemenko Perekonomian, Dida Gardera.

Ia menekankan pentingnya integrasi antar sektor dalam pengelolaan kawasan. Ia menyebut, pengembangan pariwisata tidak hanya berfokus pada destinasi utama, tetapi juga harus didukung oleh ekosistem yang lengkap.

"Program kunjungan wisata perlu diperluas, tidak hanya pagi dan sore. Tetapi juga hingga malam hari dengan konsep yang terintegrasi," ujar dia. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Mesin Diperkuat, Indonesia Tak Mau Terus Bergantung Impor
    Langkah strategis Ditjen ILMATE Kemenperin yang disampaikan oleh ...
  • Kemenperin Catat Sektor Industri Mainan Indonesia Serap 15.663 Naker
    Pencapaian surplus ekspor industri mainan nasional yang tembus ...
  • Timnas Indonesia Juara FIFA Asean Cup 2026, Tundukkan Thailand 4-2 Lewat Adu Penalti
    final ideal, kekuatan berimbang, pertandingan yg menguras tenaga ...
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
Nasional
Retno Marsudi: Miliaran Ora...
Ekonomi
OJK: Industri Perusahaan Pe...
Nasional
BMKG Peringatkan Gelombang ...

Mendag Dorong UMKM Gunakan Barcode

41 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
Mendag Dorong UMKM Gunakan ...
Nasional
OJK Minta Bank Blokir 38.79...
Ekonomi
Saham GOTO Bangkit, Mulai J...
Advertisement
ASDP Perkuat Pengaturan Operasional Berbasis Keselamatan, Layanan Ketapang–Gilimanuk Kembali Lancar

ASDP Perkuat Pengaturan Operasional Berbasis Keselamatan, Layanan Ketapang–Gilimanuk Kembali Lancar

06 Oct 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.