Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

IHSG Hari Ini Terkapar! Gejolak Geopolitik Global Picu Gelombang Aksi Jual

📅 Jumat, 24 Jul 2026, 19:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
IHSG Hari Ini Terkapar! Gejolak Geopolitik Global Picu Gelombang Aksi Jual Doc: ANTARA FOTO/ Dhemas Reviyanto
Ket. Istimewa - Pekerja berjalan di samping layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta.

JAKARTA – Pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencerminkan meningkatnya sikap risk-off investor di tengah memanasnya tensi geopolitik global.

Eskalasi konflik mendorong pelaku pasar mengalihkan dana ke aset yang dianggap lebih aman seperti dolar AS dan emas, sehingga memicu aksi jual di pasar saham negara berkembang, termasuk Indonesia.

Selain menekan sentimen, ketidakpastian geopolitik juga meningkatkan kekhawatiran terhadap lonjakan harga energi dan gangguan rantai pasok global, yang berpotensi memengaruhi prospek pertumbuhan ekonomi dan kinerja emiten domestik dalam jangka pendek.

IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (24/7) sore, ditutup melemah 118,88 poin atau 1,88 persen ke posisi 6.196,43 mengikuti bursa saham kawasan Asia akibat meningkatnya tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 12,33 poin atau 1,97 persen ke posisi 614,79.

"IHSG dan bursa regional Asia melemah seiring memanasnya konflik di kawasan Timur Tengah," ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus dalam kajiannya di Jakarta.

Nico menjelaskan sentimen negatif juga datang dari kebijakan baru tarif dagang oleh Amerika Serikat (AS) yang mendorong lonjakan ketidakpastian global, dan diproyeksikan akan menekan pertumbuhan ekonomi serta memicu inflasi, khususnya apabila harga energi tertahan di level tinggi untuk periode yang panjang.

Kemudian, sentimen pasar semakin tertekan oleh kenaikan harga minyak mentah jenis Brent yang mencapai level di atas 100 dolar AS per barel, yang memicu kekhawatiran inflasi dan memperkuat ekspektasi kebijakan moneter yang lebih ketat.

"Ketegangan konflik di Timur Tengah kembali meningkat memicu kekhawatiran inflasi, setelah serangan Houthi terhadap kapal tanker minyak Arab Saudi di Laut Merah," ujar Nico

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menyampaikan akan menghancurkan jembatan atau pembangkit listrik Iran setiap kali Iran menembak kapal di Selat Hormuz, serta meningkatkan perang dengan Iran ketika Houthi yang bersekutu dengan Iran di Yaman.

Kondisi itu membuat tekanan terhadap pasokan energi, sehingga menambah kekhawatiran inflasi dan memperkuat ekspektasi bahwa suku bunga global dapat tetap lebih tinggi untuk waktu yang lebih lama.

Selanjutnya, Trump akan memberlakukan tarif baru mulai Jumat waktu AS, yang akan menjadi perhatian pelaku pasar sehubungan tarif baru AS sebesar 10-12,5 persen untuk impor dari sebagian besar mitra dagang utama. Tarif baru AS berlaku untuk barang-barang dari 60 mitra dagang.

"Kebijakan itu tentunya akan berpotensi terjadi disrupsi rantai pasokan dan meningkatnya ketidakpastian, ancaman stagflasi, perlambatan sektoral sehingga ini akan membuat perlambatan pertumbuhan ekonomi global," ujar Nico.

Dari dalam negeri, Nico menjelaskan meningkatnya harga minyak dunia dan pemberlakuan tarif baru oleh AS tentunya akan berdampak terhadap ekonomi domestik, yang mana beban APBN kan meningkat seiring meningkatnya beban subsidi energi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Advertisement
Kabut Asap Sampai Jakarta, Bandara Soetta Batalkan Dua Penerbangan

Kabut Asap Sampai Jakarta, Bandara Soetta Batalkan Dua Penerbangan

17 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.