Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Dishub Kaltara Rehabilitasi Pelabuhan Tengkayu I Tarakan dan PLBL Liem Hie Djung

📅 Selasa, 21 Jul 2026, 01:58 WIB | Oleh:
Dishub Kaltara Rehabilitasi Pelabuhan Tengkayu I Tarakan dan PLBL Liem Hie Djung Doc: ANTARA/Agus Salam
Ket. Pelabuhan Tengkayu I Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara.

TANJUNG SELOR - Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) memprioritaskan pembangunan serta rehabilitasi fasilitas di dua pintu gerbang pelayaran vital, yakni Pelabuhan Tengkayu I di Kota Tarakan dan Pelabuhan Lintas Batas Laut (PLBL) Liem Hie Djung di Kabupaten Nunukan, pada Tahun Anggaran 2026. 

“Tahun ini kami melaksanakan beberapa kegiatan pembangunan dan rehab di dua pelabuhan, yaitu di Pelabuhan Tengkayu I dan Pelabuhan Liem Hie Djung,” ujar Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Provinsi Kaltara, Idham Chalid, di Tanjung Selor, Senin.

Ia mengatakan di Pelabuhan Tengkayu I Tarakan dibangun ruang tunggu, pedestrian pejalan kaki hingga pengadaan penambahan troli.

“Tengkayu I ada kegiatan untuk pembangunan ruang tunggu, rehab yang di dermaga itu kami buatkan, kemudian pedestrian untuk pejalan kaki yang dari parkiran menuju ke terminal, terus penambahan troli,” katanya.

Menurutnya troli perlu ditambah, karena troli yang ada sudah banyak yang rusak dan hanya sisa beberapa unit.

“Troli penting untuk membantu pelayanan di pelabuhan untuk mempermudah penumpang membawa barang,” ujar dia.

Kemudian di PLBL Liem Hie Djung, lanjutnya, Dishub melakukan pemeliharaan ponton karena sudah ada kebocoran-kebocoran. Ponton pelabuhan, jelasnya, sama seperti kapal yang harus dilakukan doking.

“Karena prinsipnya kan ponton ini sama seperti kapal itu sebenarnya wajib doking setiap tahun, selama ini kan tidak pernah ada itu,” katanya.

Karena belum pernah ada doking, kata Idham, maka terjadilah kerusakan yang sudah cukup parah. Sehingga, Dishub meminta pergeseran anggaran supaya fokus untuk pemeliharaan itu ponton tersebut karena masih bjsa dilakukan perawatan.

“Karena kalau beli lagi mahal sekali. Kalau seperti di salah satu dermaga Liem Hie Djung, ada ponton yang baru itu sampai Rp7 miliar,” katanya.

Namun, kata Idham, kalau pemeliharaan saja lebih terjangkau. Dishub, sebutnya, menganggarkan Rp160 juta untuk pemeliharaan karena sudah ada beberapa titik kebocoran.

“Ini jadi perhatian kita, karena itu kan dampaknya juga berpengaruh terhadap keselamatan penumpang atau orang-orang yang ada di atas ponton tersebut,” ujarnya.

Selain ponton, kata dia, juga ada pemeliharaan untuk parkiran karena paving blok sudah mulai bergelombang dan rusak.

“Karena ini juga menyangkut dengan peningkatan pelayanan khususnya di pelabuhan, jadi di dua pelabuhan itu utamanya tahun ini kami fokus bangun dan rehab itu,” katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Indonesia Terima Hibah Kapal Induk dari Italia

53 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
Indonesia Terima Hibah Kapa...
Menpar: Indonesia Berpotensi Jadi Pusat Gastronomi Dunia

Menpar: Indonesia Berpotensi Jadi Pusat Gastronomi Dunia

21 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.