Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

10 Catatan Penting dari Piala Dunia 2026: Format Baru Sukses, Spanyol Juara, hingga Kontroversi Tiket Mahal

📅 Selasa, 21 Jul 2026, 07:00 WIB | Oleh:
10 Catatan Penting dari Piala Dunia 2026: Format Baru Sukses, Spanyol Juara, hingga Kontroversi Tiket Mahal Doc: FIFA
Ket. Suasana stadion saat laga final Piala Dunia 2026 digelar.

NEW YORK – Piala Dunia 2026 resmi berakhir dengan Spanyol keluar sebagai juara dunia setelah menundukkan Argentina 1-0 melalui babak perpanjangan waktu pada laga final di New York New Jersey Stadium, Senin (20/7) dini hari WIB. Turnamen yang untuk pertama kalinya digelar di tiga negara, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, meninggalkan banyak cerita, mulai dari keberhasilan format baru 48 peserta hingga berbagai kontroversi di luar lapangan.

Berikut sepuluh catatan penting yang mewarnai penyelenggaraan Piala Dunia 2026.

Format baru dengan 48 tim menghadirkan lebih banyak pertandingan, gol, serta sejumlah rekor baru. Meski jumlah peserta bertambah signifikan, persaingan menuju tangga juara tetap didominasi kekuatan tradisional sepak bola dunia. Empat semifinalis merupakan empat tim teratas dalam peringkat FIFA, yaitu Argentina, Spanyol, Prancis, dan Inggris. Fakta tersebut menunjukkan bahwa bertambahnya jumlah peserta belum mampu menggeser dominasi negara-negara elite sepak bola.

Meski demikian, turnamen tetap menghadirkan kisah-kisah kejutan. Tanjung Verde (Cape Verde), yang menjalani debut di Piala Dunia, mencuri perhatian setelah mampu menahan imbang Spanyol dan Uruguay serta memaksa Argentina bermain hingga babak perpanjangan waktu. Penampilan mereka membuat negara kecil di Afrika itu menjadi salah satu favorit netral sepanjang turnamen.

Norwegia juga menjadi salah satu kejutan terbesar. Dengan gaya permainan menyerang yang dijuluki "Viking Roar", mereka berhasil melaju hingga perempat final untuk pertama kalinya dalam sejarah keikutsertaan di Piala Dunia.

Sebelum turnamen dimulai, banyak penggemar sepak bola dunia meragukan kesiapan Amerika Serikat sebagai tuan rumah. Isu proses visa, kekhawatiran terhadap keamanan senjata api, hingga anggapan rendahnya minat masyarakat lokal terhadap sepak bola sempat menjadi sorotan.

Namun, selama turnamen berlangsung, kekhawatiran tersebut sebagian besar tidak terbukti. Sambutan hangat masyarakat Amerika terhadap suporter dari berbagai negara bahkan memunculkan istilah "The Great American Sleepover", yang ramai diperbincangkan di media sosial. Banyak warga lokal ikut menikmati tradisi suporter tamu, sementara para pendukung dari Eropa justru terkesan dengan budaya isi ulang minuman gratis yang umum ditemui di Amerika.

Di Kanada, Piala Dunia menjadi momentum penting bagi perkembangan sepak bola. Selama ini olahraga tersebut kalah populer dibanding hoki es dan olahraga lainnya. Namun keberhasilan tim nasional Kanada menembus babak 16 besar diyakini menjadi sinyal positif bagi masa depan sepak bola negara tersebut. Investasi terhadap kompetisi domestik dan pembinaan pemain muda pun diperkirakan akan semakin meningkat.

Berbeda dengan Kanada, sepak bola sudah lama menjadi olahraga utama di Meksiko. Stadion-stadion dipenuhi penonton, terutama saat tim nasional Meksiko bertanding. Namun euforia berubah menjadi duka ketika kemenangan pertama Meksiko di fase gugur Piala Dunia dalam 40 tahun terakhir memicu kerumunan besar yang menyebabkan empat orang meninggal dunia akibat berdesakan saat perayaan. Di sisi lain, manfaat ekonomi jangka panjang dari penyelenggaraan turnamen juga dinilai belum terlihat secara signifikan.

Bagi Amerika Serikat, hasil tim nasional kembali menuai kekecewaan. Langkah mereka kembali terhenti di babak 16 besar. Sebelum laga tersebut, keputusan Presiden Donald Trump yang ikut campur dalam proses pencabutan hukuman kartu merah terhadap penyerang utama Amerika sempat memicu kontroversi. Namun pada akhirnya, hasil di lapangan tidak banyak berubah dan performa tim dinilai masih sesuai dengan ekspektasi banyak pengamat.

Penyelenggaraan Piala Dunia 2026 juga memicu kritik terkait harga tiket yang jauh lebih mahal dibanding edisi-edisi sebelumnya. Meski angka kehadiran penonton tetap tinggi, banyak kalangan menilai kini menonton langsung Piala Dunia hanya semakin terjangkau bagi kelompok berpenghasilan tinggi atau penggemar fanatik yang rela mengeluarkan biaya besar.

Tingginya harga tiket juga diperparah dengan persoalan pembatasan visa bagi warga dari sejumlah negara. Akibatnya, tidak semua pendukung dapat hadir langsung ke stadion. Kehadiran komunitas diaspora dan masyarakat lokal di Amerika Utara menjadi faktor penting yang membantu menciptakan atmosfer pertandingan.

Di luar lapangan, sejumlah aksi bernuansa politik tetap muncul meskipun FIFA melarang segala bentuk ekspresi politik di dalam stadion. Menariknya, sebagian besar aksi tersebut tidak langsung mendapat respons dari penyelenggara sehingga pertandingan tetap berjalan tanpa gangguan berarti.

Perubahan nuansa penyelenggaraan ala Amerika Serikat juga menjadi perdebatan. FIFA menerapkan jeda hidrasi di tengah pertandingan serta menghadirkan pertunjukan hiburan pada jeda babak final. Sebagian kalangan menilai kebijakan tersebut mengganggu ritme alami pertandingan dan lebih menguntungkan kepentingan siaran televisi melalui tambahan slot iklan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
LSF Ungkap Anak Rentan Terp...
Nasional
Kemenperin Fasilitasi Trans...
Menpar: Indonesia Berpotensi Jadi Pusat Gastronomi Dunia

Menpar: Indonesia Berpotensi Jadi Pusat Gastronomi Dunia

21 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.