Cuaca Panas El Nino Tingkatkan Ancaman Penyakit Menular
📅 Jumat, 17 Jul 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim RedaksiSINGAPURA – Cuaca yang semakin panas dan kering akibat fenomena El Nino berpotensi meningkatkan risiko sejumlah penyakit menular sekaligus memperburuk kondisi penyakit kronis. Meski El Nino tidak secara langsung menyebabkan penyakit, para dokter menilai perubahan cuaca dapat menciptakan kondisi yang mendukung penyebaran berbagai infeksi.
Dilansir dari Channel NewsAsia pada Kamis (16/7), Badan Meteorologi Singapura memperkirakan kondisi El Nino akan berlangsung hingga Oktober 2026.
Spesialis penyakit menular Rumah Sakit Farrer Park, Nicholas Chew, mengatakan suhu yang lebih tinggi dapat mempercepat siklus hidup nyamuk Aedes sekaligus mempercepat perkembangan virus di dalam tubuh nyamuk, sehingga meningkatkan risiko penyakit yang ditularkan melalui vektor.
"Secara umum, yang dapat Anda harapkan adalah peningkatan infeksi yang ditularkan melalui vektor, termasuk demam berdarah dan chikungunya," kata Chew.
Selain meningkatkan risiko demam berdarah dan chikungunya, cuaca panas juga dapat memperburuk kualitas udara. Debu, polutan, dan serbuk sari lebih mudah terakumulasi sehingga memperburuk penyakit pernapasan seperti asma dan bronkitis.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut Chew, partikel halus PM2.5 bahkan dapat masuk ke paru-paru dan aliran darah sehingga meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Kelompok yang paling rentan meliputi anak-anak, lansia, ibu hamil, pekerja luar ruangan, serta penderita penyakit jantung dan paru-paru.
Dokter juga mengingatkan ancaman Respiratory Syncytial Virus (RSV), terutama bagi bayi. Badan Pengendalian Penyakit Menular Singapura (Communicable Diseases Agency/CDA) menyebut RSV menjadi penyebab utama rawat inap akibat infeksi saluran pernapasan bawah pada bayi berusia di bawah satu tahun.
Dokter spesialis anak Ooi Pei Ling menjelaskan RSV umumnya diawali gejala ringan menyerupai flu, tetapi dapat berkembang menjadi bronkiolitis maupun pneumonia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurutnya, virus RSV memang tidak bertahan lama dalam cuaca panas dan kering. Namun, meningkatnya aktivitas masyarakat di ruang berpendingin udara justru menciptakan kondisi yang memudahkan penularan.
"Ketika suhu sangat panas, semua orang mulai berkerumun di dalam ruangan ... dan karena berkerumun, semua orang mulai menularkan virus satu sama lain," ujarnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!