Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemerintah Perlu Jaga Kepercayaan Pasar

📅 Kamis, 16 Jul 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Pemerintah Perlu Jaga Kepercayaan Pasar Doc: istimewa
Ket. S&P Global Ratings

Tantangan terbesar pemerintah saat ini bukan sekadar merumuskan kebijakan, melainkan memastikan implementasinya berjalan konsisten.

Jakarta – Keputusan S&P Global Ratings mempertahankan peringkat kredit Indonesia pada level BBB untuk jangka panjang dan A-2 untuk jangka pendek dengan prospek stabil dinilai sebagai sinyal bahwa fundamental ekonomi nasional masih terjaga. Namun, sejumlah ekonom mengingatkan pemerintah agar tidak menjadikan keputusan tersebut sebagai alasan untuk berpuas diri.

Research Director Prasasti Center for Policy Studies (Prasasti) Adhi Nugroho Saputro menilai pemerintah justru perlu menjadikan hasil penilaian S&P sebagai pengingat untuk memperbaiki kualitas tata kelola dan memastikan arah kebijakan lebih konsisten serta mudah diprediksi oleh pelaku pasar.

Menurutnya, afirmasi peringkat kredit bukan berarti seluruh persoalan ekonomi telah teratasi. Di sisi lain, pelemahan sejumlah indikator juga tidak otomatis menunjukkan Indonesia berada dalam kondisi krisis.

"Peringkat yang dipertahankan tidak berarti persoalan selesai dan indikator yang melemah tidak otomatis berarti krisis. Yang kita hadapi adalah kombinasi keduanya. Publik perlu terbiasa membaca angka secara utuh agar respons kebijakan yang tepat dapat lahir," ujar Adhi, sebagaimana diberitakan Antara di Jakarta, Rabu (15/7).

Prasasti mencatat sejumlah indikator ekonomi masih menunjukkan tekanan. Neraca perdagangan pada Mei 2026 mengalami defisit sebesar 1,61 miliar dollar AS, PMI manufaktur terkontraksi ke level 46,9 pada Juni, sementara inflasi meningkat menjadi 3,34 persen.

Meski demikian, beberapa indikator fundamental masih relatif kuat, seperti pertumbuhan ekonomi sebesar 5,61 persen pada triwulan I 2026, surplus perdagangan kumulatif Januari–Mei sebesar 4,03 miliar dollar AS, serta cadangan devisa yang mencapai 145,6 miliar dollar AS.

Adhi menilai tantangan terbesar pemerintah saat ini bukan sekadar merumuskan kebijakan, melainkan memastikan implementasinya berjalan konsisten.

"Catatan S&P cukup jelas. Yang dinilai bukan hanya isi kebijakan, tetapi seberapa dapat diprediksi arahnya dan seberapa konsisten pelaksanaannya. Hal inilah yang akan cepat dibaca oleh pasar," katanya.

Disiplin Fiskal

Pandangan serupa disampaikan Kepala Ekonom PT Bank Danamon Indonesia Tbk, Irman Faiz. Menurut dia, keputusan S&P memang memberikan sentimen positif terhadap aset domestik, tetapi kepercayaan investor dapat dengan cepat memudar apabila disiplin fiskal dan kualitas eksekusi kebijakan tidak dijaga.

Ia mengingatkan pemerintah agar tidak mengabaikan koridor fiskal yang selama ini menjadi perhatian lembaga pemeringkat, terutama terkait pengelolaan defisit anggaran dan penerimaan negara.

"Mempertahankan disiplin fiskal sudah tidak bisa dinegosiasikan lagi. Pemerintah harus tetap pruden dalam menjalankan kebijakan agar kredibilitas fiskal tetap terjaga," ujarnya.

Faiz juga mengingatkan bahwa risiko terhadap APBN masih cukup besar apabila penerimaan negara tidak mencapai target di tengah perlambatan ekonomi global. Kondisi tersebut berpotensi memaksa pemerintah melakukan penyesuaian belanja yang pada akhirnya dapat mengurangi ruang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Prosesi Larung Sesaji Muara...
Megapolitan
Jakarta Kuatkan Diri sebaga...

Ekosistem Judol Harus Diputus Total

46 menit yang lalu | Lukman

Nasional
Ekosistem Judol Harus Diput...

Pemerintah Perlu Jaga Kepercayaan Pasar

46 menit yang lalu | Lukman

Nasional
Pemerintah Perlu Jaga Keper...
Luar Negeri
Peneliti AS-Inggris Ungkap ...
Luar Negeri
Prancis Integrasikan Rudal ...
Viral! Petisi Keluarkan Argentina dari Piala Dunia Capai 10 Juta Tanda Tangan

Viral! Petisi Keluarkan Argentina dari Piala Dunia Capai 10 Juta Tanda Tangan

15 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.