Whoosh Makin Diminati, Libur Sekolah Dongkrak Penumpang Kereta Cepat
📅 Rabu, 15 Jul 2026, 21:35 WIB | Oleh: Tim PenulisBANDUNG – Tingginya minat masyarakat menggunakan kereta cepat Whoosh selama musim libur sekolah menunjukkan semakin kuatnya penerimaan terhadap moda transportasi cepat sebagai pilihan perjalanan.
Tren ini mengindikasikan meningkatnya permintaan akan layanan transportasi yang efisien, nyaman, dan tepat waktu, sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan sektor transportasi dan pariwisata.
Ke depan, tantangannya adalah menjaga kualitas layanan, kapasitas operasional, dan konektivitas antarmoda agar lonjakan permintaan dapat diakomodasi secara berkelanjutan tanpa mengurangi kenyamanan penumpang.
PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) mencatat sebanyak 573.780 ribu penumpang menggunakan kereta cepat Whoosh pada masa libur sekolah yang berlangsung sepanjang 13 Juni hingga 12 Juli 2026.
General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa, dalam keterangannya yang diterima di Bandung, Rabu, mengapresiasi minat tinggi masyarakat yang menjadikan Whoosh sebagai pilihan utama selama libur akhir tahun tersebut.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Dengan waktu tempuh yang singkat, kemudahan konektivitas ke berbagai moda lanjutan, serta akses menuju beragam destinasi wisata di Jakarta dan Bandung, Whoosh menjadi solusi mobilitas yang praktis selama periode libur sekolah," kata Eva.
Eva menyebut selama periode tersebut, rata-rata volume penumpang harian secara konsisten berada di atas 20 ribu penumpang per hari.
"Pada masa libur sekolah, volume penumpang harian Whoosh meningkat sekitar 26,5 persen dari kisaran 16 hingga 18 ribu penumpang per hari di hari biasa menjadi 20 hingga 23 ribu penumpang per hari," kata Eva.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ie mengatakan puncak volume penumpang selama periode tersebut tercatat pada 3 Juli 2026 dengan jumlah 23.408 penumpang dalam satu hari.
Selama periode 13 Juni hingga 12 Juli 2026, relasi Halim-Padalarang mencatat volume tertinggi dengan 206.009 penumpang, disusul Padalarang-Halim sebanyak 199.886 penumpang.
Sementara itu, relasi Halim-Tegalluar Summarecon melayani 70.803 penumpang dan Tegalluar Summarecon-Halim sebanyak 62.074 penumpang, menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat di sepanjang koridor layanan Whoosh.
"Untuk mendukung tingginya permintaan perjalanan, KCIC mengoperasikan 62 perjalanan Whoosh per hari selama masa periode tersebut," kata dia.
Peningkatan jumlah penumpang selama masa libur sekolah menunjukkan bahwa Whoosh semakin diterima sebagai moda transportasi andalan masyarakat.
Tren ini menjadi sinyal positif bagi pengembangan transportasi publik modern di Indonesia, sekaligus menegaskan pentingnya peningkatan kualitas layanan, kapasitas, dan konektivitas antarmoda untuk mempertahankan pertumbuhan jumlah pengguna secara berkelanjutan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!