Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dari Homer ke IMAX: Ramai Diperdebatkan, Ini Perubahan Besar 'Suka-suka' Christopher Nolan dalam 'The Odyssey'

📅 Rabu, 15 Jul 2026, 17:02 WIB | Oleh:
Dari Homer ke IMAX: Ramai Diperdebatkan, Ini Perubahan Besar 'Suka-suka' Christopher Nolan dalam 'The Odyssey' Doc: Istimewa
Ket. Perbandingan ini didasarkan pada sinopsis resmi, trailer, materi promosi, dan laporan yang tersedia, sebelum The Odyssey tayang di AS. Perubahan sebenarnya mungkin akan bertambah jika dilihat dari keseluruhan durasi film yang berdurasi 3 jam kurang 8 menit ini.

Christopher Nolan membawa salah satu kisah tertua dan paling berpengaruh dalam sejarah sastra ke layar IMAX. Namun, The Odyssey versinya bukan sekadar memindahkan epos Homer yang berusia hampir 3.000 tahun ke layar lebar.

Dari materi promosi yang telah dirilis, Nolan tampak membangun kembali perjalanan Odysseus sebagai tontonan perang dan petualangan berskala raksasa. Sejumlah unsur dari kisah asli tetap dipertahankan, tetapi beberapa pilihan visual, karakter, dialog, hingga gambaran dunia Yunani kuno telah memicu perdebatan.

Lantas, apa saja yang berbeda?

Pertama, harus dipahami bahwa The Odyssey bukanlah catatan sejarah dalam pengertian modern. Epos yang dikaitkan dengan Homer itu menceritakan perjalanan Raja Ithaca, Odysseus, untuk pulang setelah Perang Troya. Perjalanan yang seharusnya membawa dirinya kembali kepada Penelope dan putranya, Telemachus, berubah menjadi pengembaraan selama sepuluh tahun.

Dalam perjalanan itu, Odysseus menghadapi Cyclops Polyphemus, penyihir Circe, Siren, murka Poseidon dan berbagai kekuatan supernatural lainnya.

Karena itu, tuntutan agar film Nolan sepenuhnya “akurat secara sejarah” sebenarnya menghadapi persoalan mendasar: sumber aslinya sendiri adalah perpaduan antara dunia kuno, legenda dan mitologi.

Namun, Nolan tetap melakukan sejumlah interpretasi besar.

Salah satu yang paling terlihat adalah desain dunia dan perlengkapan perang. Sejumlah kritik menilai kostum, baju zirah dan kapal dalam film tidak sepenuhnya mengikuti temuan arkeologis yang dikaitkan dengan Zaman Perunggu, periode yang biasanya diasosiasikan dengan Perang Troya.

Nolan tampaknya tidak berusaha membuat rekonstruksi museum tentang Yunani kuno. Ia justru menciptakan dunia yang terasa kuno, keras dan monumental, tetapi tetap memiliki identitas visualnya sendiri.

Perbedaan lain terletak pada skala cerita.

Epos Homer bukan hanya kisah perjalanan Odysseus. Ceritanya juga bergerak antara Ithaca, tempat Penelope menghadapi para pelamar yang ingin merebut posisi Odysseus, dan perjalanan Telemachus mencari kabar tentang ayahnya.

Film berdurasi 172 menit tentu menghadapi tantangan besar untuk memadatkan kisah yang sangat luas tersebut. Karena itu, belum semua episode terkenal dalam karya Homer dipastikan mendapat porsi yang sama besar. Materi promosi sejauh ini lebih menonjolkan konflik Odysseus, Cyclops, perjalanan laut, ancaman terhadap Ithaca dan tokoh-tokoh utama.

Nolan juga memberi kisah kuno tersebut bahasa dan ritme yang lebih modern. Pilihan dialog kontemporer sempat menjadi bahan perdebatan karena dinilai berbeda dari bayangan sebagian orang mengenai dunia Yunani kuno.

Namun, film ini memang bukan rekaman tentang bagaimana manusia pada ribuan tahun lalu benar-benar berbicara. Bahkan karya Homer yang dibaca sekarang telah melewati sejarah panjang tradisi lisan, penulisan dan penerjemahan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Ekonomi
Kapal Tanker Pertamina Bant...
Megapolitan
Perum Bulog Percepat Penyal...
Advertisement
Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang, Ini Penjelasan Polda Banten

Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang, Ini Penjelasan Polda Banten

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.